BANGGAI KECE-— Culture Fest atau Festival Budaya menjadi puncak kegiatan akademik mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris Universitas Tompotika (Untika) Luwuk. Kegiatan ini merupakan final project dari dua mata kuliah, yakni Indonesian Culture and Society semester 5 serta Intercultural Communication semester 3.
Festival budaya ini digelar selama satu hari penuh, dimulai sejak Rabu pagi hingga malam hari, dengan rangkaian acara yang menampilkan keberagaman budaya global dan lokal, sekaligus ELC Awards sebagai penutup kegiatan.
Pada sesi pagi, Culture Fest menampilkan festival budaya dari berbagai negara, antara lain Thailand, Cina, Jepang, Arab, Belanda, India, Korea Selatan, dan Inggris.
Selain itu, turut ditampilkan kekayaan budaya lokal Indonesia, seperti Bali, Jawa, Batak, Toraja, Asmat, Sunda, Bugis, Minangkabau, Betawi, dan Dayak.
Setiap kelompok yang mewakili negara maupun budaya lokal Indonesia menampilkan busana tradisional dan makanan khas daerah, serta memaparkan berbagai aspek kebudayaan, mulai dari destinasi wisata, alat musik tradisional, komunikasi dasar, rumah adat, hingga ragam dan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas masing-masing daerah dan negara.
Sementara itu, pada malam puncak kegiatan, para peserta mengikuti fashion show dengan mengenakan pakaian tradisional dari negara dan budaya lokal Indonesia yang mereka wakili. Penampilan ini menjadi daya tarik utama karena menampilkan keberagaman budaya dalam satu panggung yang harmonis dan edukatif.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ELC Awards, sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa berprestasi dan inspiratif.
Penghargaan diberikan kepada mahasiswa yang masuk dalam sejumlah nominasi, di antaranya Student of the Year, Class of the Year, Best Stand Culture Fest, Inspiring Student, Creative Student, serta Best Student Volunteer.
Selain itu, mahasiswa juga menampilkan berbagai pertunjukan seni, seperti tarian, pembacaan puisi, menyanyi, serta sesi ELC Talk yang menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi seluruh peserta dan tamu undangan.
Para dosen Bahasa dan Kebudayaan Inggris berharap kegiatan Culture Fest ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahun, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya budaya lokal dan budaya global, sekaligus memperkuat dasar percakapan bahasa asing di kalangan mahasiswa.
Rektor Untika Luwuk, Taufik Bidullah, SE., M.Si., turut memberikan tanggapan positif.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena memiliki nilai edukatif, kreatif, dan mampu memperkuat wawasan kebudayaan mahasiswa.
Senada dengan itu, Dekan FKIP Untika Luwuk, Fatima M. Usman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Culture Fest merupakan kegiatan yang sangat luar biasa, keren, dan menginspirasi, serta mencerminkan kreativitas dan kompetensi mahasiswa dalam memahami budaya secara global dan lokal. (*)





