Scroll untuk baca artikel
NewsUmum

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Buah Pala di Desa Lambako Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut Sulawesi Tengah

239
×

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Buah Pala di Desa Lambako Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut Sulawesi Tengah

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ratmi Rosilawati, Dwi Wijayanti, dan Nur Amelinda (Dosen Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk)

Abstrak

Desa lambako  adalah salah satu Desa di Kecamatan Banggai dengan produksi buah pala hingga 44 ton/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan buah pala di desa lambako  Kecamatan Banggai. Penelitian dilakukan di Desa lambako  selama duan bulan Januari dan Februari, 2025. Metode penelitian dilakukan dengan cara wawancara dan pengambilan data dengan cara kuisioner.

Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi Berganda dan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor variabel jumlah permintaan (X1), variabel jumlah penawaran (X2), variabel kualitas buah pala (X3) dan variabel harga jual (X4) sangat berpengaruh nyata (signifikan) dengan nilai signifikansi masing-masing 0,051, 0,054, 0,002 dan 0,021 kurang dari 0,05 pada taraf kepercayaan 95%. Hasil uji serempak (F) diperoleh Fhitung = 19.050 sedangkan Ftabel 3,041. Hasil uji t masing-masing variabel diperoleh X1, X2 X3 dan X4 sebesar 2.168, 2.137, 3.807, dan 2.661.

Kata Kunci: Permintaan, Penawaran, Harga, Pendapatan Buah Pala.

Lambako Village is one of the villages in Banggai District with a nutmeg production of up to 44 tons per year. This study aims to identify the factors influencing nutmeg income in Lambako Village, Banggai District. The research was conducted over two months, January and February 2025. The method used included interviews and data collection through questionnaires. The data were analyzed using multiple regression analysis. The results showed that the variables of demand quantity (X1), supply quantity (X2), nutmeg quality (X3), and selling price (X4) had a significant effect on nutmeg income, with significance values of 0.051, 0.054, 0.002, and 0.021 respectively—each below the 0.05 threshold at a 95% confidence level. The simultaneous F-test produced an F-value of 19.050 compared to the F-table value of 3.041. The t-test results for each variable were 2.168 (X1), 2.137 (X2), 3.807 (X3), and 2.661 (X4), indicating that all variables significantly affect nutmeg income in Lambako Village.

Keywords: Demand, Supply, Price, Nutmeg Income

  1. Pendahuluan

Indonesia merupakan pengekspor buah pala dan telah mengisi 60-70% pangsa pasar pala dunia. Tingkat persaingan pala di Indonesia cenderung tidak kompetitif karena utilitas industri, belum ada regulasi tentang pemenuhan ekspor sesuai standar kualitas yang baik, serta peran kesempatan diharapkan dapat dioptimalkan oleh Indonesia karena peluang pasar komoditas pala sangat besar. Alternatif strategi pada pengembangan eskpor biji pala Indonesia terdiri dari kebijakan pemerintah terhadap pembinaan dan pendampingan, perbaikan mutu pala, perbaikan teknologi budidaya pala sesuai GAP, pembelajaran dari produksi pala negara pesaing, dan peningkatan pangsa pasar pala. Apabila masalah rendahnya produksi dan kualitas pala tidak segera diatasi, maka dapat mempengaruhi daya saing serta nilai tambah pala Indonesia (Lestari, 2023.)

Pala merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di wilayah beriklim tropis. Buah pala mengandung berbagai zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak struktural, serta mineral penting seperti kalium, magnesium, dan fosfor. Selain itu, pala juga mengandung minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman pala termasuk komoditas perkebunan rakyat yang menjadi salah satu sumber penghasilan bagi sebagian petani. Buah pala sendiri terdiri dari beberapa bagian, yaitu daging buah dan biji. Biji pala memiliki lapisan yang disebut fuli, yaitu serat tipis berwarna merah atau kuning muda, berbentuk seperti selaput berlubang yang menyelimuti biji pala. (Lasut dkk., 2023).

BACA JUGA:  Futsal Ramadhan Cup II Smanda Luwuk Resmi Berakhir, Alumni 2013 Keluar sebagai Juara

Kabupaten Banggai Laut menjadi salah satu Kabupaten penghasil pala yang telah mengekspor ke kota besar, termasuk Luwuk,Manado dan Surabaya. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan potensi alam Banggai Laut yang kaya, tetapi juga komitmen masyarakatnya yang ada  di tiap Desanya termasuk Desa Lambakosebagai salah satu Desa pengahasil pala terbanyak.

Desa Lambako terletak di Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, dengan sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani. Di desa ini, tanaman pala umumnya berusia sekitar 35 tahun dengan pola penanaman yang tidak teratur. Hasil panen pala biasanya dijual dalam bentuk pala kering. Proses pengolahan dilakukan dengan memisahkan kulit pala (fuli) dari bijinya, kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 3 hari, tergantung pada kondisi cuaca. Para petani di Desa Lambako menjual hasil panen tersebut kepada pedagang pengumpul di desa atau langsung ke pedagang besar di Kabupaten Banggai Laut. Harga jual pala cenderung berfluktuasi setiap tahunnya..

  • Metode Penelitian

            Metode penelitian yang diterapkan dalam menganalisis data pada penelitian ini adalah regresi berganda dengan pendekatan kuantitatif yakni menggambarkan seluruh anggapan responden mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan buah pala seperti jumlah permintaan,jumlah penawaran,kualitas buah pala, dan harga jual.

Populasi dalam penelitian ini adalalah sebagian Petani pala yang ada di Desa Lambako Kecamatan Banggai yang berjumlah 35 orang petani (BPP 2024). Sampel penelitian ini sebanyak 15 orang petani yang memiliki luas lahan minimal setengah hektar, berusaha tani buah pala yang telah berproduksi, dan minimal telah 10  tahun membudidayakan buah pala dan 2 orang pengepul yang secara aktif membeli pala.

  • Hasil dan Pembahasan

3.1   Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

         Rincian usia responden dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel  1.  Responden Berdasarkan Usia

NoUmur(Tahun)Jumlah(orang)Persentase(%)
131 – 40211,8
241 – 50529,4
351 – 60741,2
461 >317,6
Jumlah17100,0

3.2   Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

      Rincian Jenis kelamin responden dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel  2. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

NoJenis KelaminJumlah(Orang)Persentase(%)
1Laki-Laki1588,2
2Perempuan211,8
 Jumlah17100,0

3.3   Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

               Rincian Jenis kelamin responden dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel  3.  Responden Berdasarkan Pendidikan

NoTingkat PendidikanJumlah(orang)Persentase(%)
1SD1376,5
2SMP15,9
3SMA15,9
4SARJANA211,8
     Jumlah17100,0

3.4   Anggapan Responden Tentang Pendapatan Buah Pala

BACA JUGA:  Jelang Idulfitri 1447 H, Masjid Al Fattah BTN Bukit Mambual Salurkan Zakat Fitrah ke Warga

Tabel 4 Anggapan responden tentang Pendapatan buah Pala di Desa Lambako Kecamatan Banggai (Y)

AlternatifSkorJumlah Responden(orang)Persentase(%)
Banyak40,00
Normal31058,8
Sedikit2741,2
Sangat Sedikit10,00
Jumlah17100,00

3.5   Anggapan Responden Tentang Jumlah Permintaan Pasar

Tabel 5 Anggapan Responden Tentang Pengaruh jumlah permintaan buah Pala di Desa Lambako Kecamatan Banggai (X1)

AlternatifSkorJumlah Responden(orang)Persentase(%)
Banyak4423,5
Normal3211,8
Sedikit2952,9
Sangat Sedikit10,0
Jumlah17100,0

3.6   Anggapan Responden Tentang Jumlah Permintaan Pasar

Tabel 6 Anggapan responden tentang pengaruh jumlah penawaran buah Pala di Desa Lambako Kecamatan Banggai(X2)

AlternatifSkorJumlah Responden(orang)Persentase(%)
Banyak41164,7
Normal30,0
Sedikit20,0
Sangat Sedikit10,0
Jumlah17100,0

3.7   Anggapan Responden Terhadap Kualitas Buah Pala

           Tabel 7 Persepsi responden tentang  pengaruh kualitas buah Pala di Desa         Lambako Kecamatan Banggai(X3)

AlternatifSkorJumlah Responden(orang)Persentase(%)
Baik4952,9
Cukup3317,6
Buruk20,0
Sangat Buruk10,0
Jumlah17100,0

3.7  Anggapan Responden Tentang Harga Jual Pala

 Tabel 7 Anggapan responden tentang Harga jual buah Pala di Desa Lambako     Kecamatan Banggai (X4)

AlternatifSkorJumlah Responden(orang)Persentase(%)
Mahal40,00
Normal31270,6
Murah2529,4
Sangat Murah10,00
Jumlah17100,00

3.8   Analisis Regresi Berganda Terhadap Variabel Penelitian

Tabel 8 Analisis regresi linear berganda

VariabelNama VariabelKoefisien Regresi(B)Koefisien Korelasi (R)Koefisien Determinasi (r2)
A0(constant)-1.4200.9290.864
X1Jumlah Permintaan0.120
X2Jumlah Penawaran0.262
X3Kualitas Pala0.353
X4Harga Jual0.392
  1. Konstanta (b0)

Berdasarkan Tabel 15, nilaii konstantaa (bo) sebesar -1,420 menunjukkan  jika seluruh variabel independen (X1, X2, X3, dan X4) berada dalam kondisi tetap atau tidak mengalami perubahan, maka harga pala akan mengalami penurunan sebesar 1,420 satuan.

  • Koefisien Korelasi / R (Multiple R)

Berdasarkan hasil output statistik, terdapat hubungan korelasi antara variabel independen dan variabel dependen. Dalam hal ini, nilai koefisien regresi linier berganda antara variabel X1, X2, X3, dan X4 terhadap Y sebesar 0,929, yang menunjukkan bahwa hubungan antara variabel-variabel X dan variabel Y tergolong sangat kuat atau erat.

  • Koefisien Determinasi (r2)

Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (r²) sebesar 0,864. Ini berarti bahwa sebesar 86,4% variasi dalam pendapatan buah pala dipengaruhi secara bersama-sama oleh variabel jumlah permintaan, jumlah penawaran, harga jual, dan kualitas buah pala. Sementara itu, maka sisanya sebesar 13,6% dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain di luar variabel yang diteliti. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara pendapatan buah pala dengan faktor-faktor tersebut di Desa Lambako, Kecamatan Banggai.

Pengaruh langsung variabel X1, X2, X3, dan X4 terhadap variabel Y dapat dilihat melalui nilai koefisien determinasi dalam bentuk persentase.Koefisien determinasi hasil penenlitian sebesar 0,864, yang berarti bahwa variabel  X1, X2, X3 X4 mempengaruhi secara langsung variabel Y sebesar 86,4% sedangkan (100-86,4%) = 13,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel X1, X2, X3 X4.

BACA JUGA:  Direksi PHE Tinjau Rig PDSI#40.3 di Blora, Tekankan Budaya Keselamatan Kerja

Sehingga dari hasil uji statistik menjelaskan bahwa sebesar 86,4% faktor faktor jumlah permintaan, jumlah penawaran, harga jual dan faktor kualitas buah pala berpengaruh langsung terhadap Pendapatan buah pala di Desa Lambako Kecamatan Banggai kabupaten Banggai laut.

3.9  Uji Simultan (Uji F)

        Hasil uji serempak/simultan menggunakan uji “F” fungsi linier berganda diperoleh F hitung = 19.050 sedangkan Ftabel = 3,041 sehingga dapat disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel.

Tabel 9 Hasil uji linear berganda

VariabelNama VariabelKoefisienthitungSignifikansiFhitung
X1Jumlah Permintaan0.1202.1680.051
X2Jumlah Penawaran0.2622.1370.054
X3Kualitas Pala0.3533.8070.002
X4Harga Jual0.3922.6610.021

3.9  Uji Persial (Uji t)

        Hasil uji serempak/simultan menggunakan uji “F” fungsi linier berganda diperoleh F hitung = 19.050 sedangkan Ftabel = 3,041 sehingga dapat disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel.

  1. Jumlah pemintaan (X1)

      Hasil analisis terhadap variabel jumlah permintaan diperoleh thitung = 2.168 sedangkan ttabel  =1,761  Hal ini menunjukkan thitung  > ttabel , artinya variabel jumlah permintaan berpengaruh nyata terhadap Pendapatan buah pala, karena semakin banyak jumlah permintaan akan semakin meningkat harga suatu barang/produk.

  • Jumlah penawaran (X2)

Hasil analisis terhadap variabel jumlah penawaran diperoleh thitung  = 2.137 sedangkan  ttabel  = 1,761. Hal ini menunjukkan thitung  >   ttabel artinya bahwa variabel jumlah penawaran berpengaruh nyata terhadap Pendapatan buah pala, karena semakin tinggi jumlah penawaran mendorong/memicu  turunnya harga suatu produk.

  • Kualitas buah pala (X3)

      Hasil analisis terhadap variabel kualitas buah pala diperoleh thitung = 3.807 sedangkan ttabel = 1,761. Hal ini menunjukkan thitung  >   ttabel, artinya variabel kualitas buah pala berpengaruh nyata terhadap Pendapatan buah pala

  • Harga Jual

      Hasil analisis terhadap variabel jumlah permintaan diperoleh thitung = 2.661 sedangkan ttabel  =1,761  Hal ini menunjukkan thitung  > ttabel , artinya variabel harga jual berpengaruh nyata terhadap Pendapatan buah pala, Harga jual berpengaruh langsung terhadap pendapatan petani pala. Kenaikan harga meningkatkan nilai pendapatan, sedangkan penurunan harga dapat mengurangi keuntungan bahkan menyebabkan kerugian, meskipun jumlah produksi tetap.

3.9  Signifikasi

       Dari ketiga variabel independen yang diteliti, seluruhnya terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan buah pala pada tingkat kepercayaan 95%Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi variabel jumlah permintaan (0,051), jumlah penawaran (0,054), kualitas buah pala (0,002), dan harga jual (0,021), yang keseluruhannya berada di bawah ambang signifikansi α sebesar 0,05.

  • KESIMPULAN

Berdasarkan temuan dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa :

  1. Faktor permintaan (X1) terhadap Pendapatan buah pala di Desa Lambako memberikan pengaruh sangat nyata dengan nilai sebesar 0,051.
  2. Faktor penawaran (X2) terhadap Pendapatan buah pala di Desa Lambako memberikan pengaruh sangat nyata dengan nilai sebesar 0,054.
  3. Faktor kualitas buah pala (X3) terhadap Pendapatan buah pala di Desa Lambako memberikan pengaruh sangat nyata dengan nilai sebesar 0,002.
  4. Faktor Harga jual (X4) terhadap Pendapatan buah pala di Desa Lambako memberikan pengaruh sangat nyata dengan nilai sebesar 0,021.
  • REFERENSI

Hasiholan, D. (2024). Modul Ekonomi Mikro.

https://repository.stietribhakti.ac.id/1343/1/MODUL%20EKONOMI%20MIKRO.pdf

Kuliahsari, D. E., Sriwijaya, R. R., & Syamsul, M. A. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemetaan Lahan Petani Pala di Kabupaten Fakfak. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(3), 1777–1783.

https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/1172

La Lengo, A., Ibrahim, A., & Hamid, M. (2024). PENERAPAN METODE K-NEAREST NEIGHBOR UNCPTUK MENGKLASIFIKASIKAN KUALITAS BIJI PALA BERDASARKAN FITUR BENTUK DAN TEKSTUR. IJIS-Indonesian Journal On Information System, 9(1), 110–119.

https://ijiswiratama.org/index.php/home/article/view/316

Lasut, I. S. W., Jocom, S. G., & Pakasi, C. B. D. P. (2023). Analisis Pendapatan Usahatani Pala Di Desa Koha Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Journal of Agribusiness and Rural Development (Jurnal Agribisnis Dan Pengembangan Pedesaan), 5(4), 9–20.

https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/agrirud/article/view/51296

Lestari, A. (n.d.). Analisis pengembangan ekspor biji pala Indonesia. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif HIdayatullah Jakarta.

https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/76791

Lola Rahmadona, S. P. (2023). Teori Permintaan Dan Penawaran. PENGANTAR ILMU EKONOMI, 25.

     http://repository.unsri.ac.id/144722/21/RAMA_%2054201_05011282025076_0023047909_01_front_ref.pdf

Madani, P., Kamase, J., Hasbi, A. M., & Prihatin, E. (2023). Dampak Promosi, Harga, dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian di Salah Satu Gerai Indomaret Kota Makassar. Center of Economic Students Journal, 6(3), 253–266.

https://doi.org/10.56750/csej.v6i3.618

Maryati, M., Suloi, A. F., & Kuliahsari, D. E. (2023). Karakteristik Organoleptik Permen Keras dengan Penambahan Minyak Atsiri Biji Pala (Myristica argentea Warb.). Gorontalo Agriculture Technology Journal, 14–24.

https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gatj/article/view/2605