BANGGAI KECE– Desa Persiapan Cempaka Wangi resmi berdiri sendiri setelah melepaskan diri dari Desa induk Kami Wangi, dalam acara peresmian yang digelar pada Senin (12/1/2026) pagi.
Pemekaran ini terwujud setelah melalui perjuangan masyarakat selama 14 tahun, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas birokrasi dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.
Dalam acara yang dihadiri Bupati Banggai Amirudin Tamoreka, Kapolsek Toili, Kejari Banggai, Anggota DPRD Banggai, para pejabat terkait, tokoh masyarakat, dan warga.
Bupati Banggai dalam sambutanya menyampaikan apresiasi serta menegaskan bahwa pemekaran bukan untuk memisahkan hubungan, melainkan untuk memperbaiki pelayanan publik.
Sementara perwakilan masyarakat Yusuf Hamdani mengungkapkan rasa syukur dan keyakinan akan perubahan positif.
“Kami sangat bersyukur bahwa perjuangan selama 14 tahun akhirnya membuahkan hasil. Dengan adanya pemekaran desa ini, kami harapkan akses terhadap pelayanan publik menjadi lebih dekat dan mudah diraih oleh setiap keluarga di sini,” ujarnya.
Desa baru yang memiliki luas wilayah 631,04 hektare dengan jumlah penduduk 1.454 jiwa (429 Kepala Keluarga) akan dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa Rahim S. Muda selama tiga tahun.
Tugas utamanya adalah menyusun infrastruktur dasar agar desa tersebut layak menjadi desa definitif.
Bupati mengakui terdapat tantangan terkait penganggaran APBN, namun menegaskan aspirasi warga tetap menjadi prioritas.
Sebagai dukungan awal, Desa Kami Wangi siap mengalokasikan 30% anggaran operasionalnya untuk Desa Persiapan Cempaka Wangi. (*)





