BeritaNews

Merasa Terabaikan Pemerintah, Warga Kecamatan Mantoh Gelar Aksi Nyata Jilid II: Gotong Royong Perbaikan Jalan Antardesa

396
×

Merasa Terabaikan Pemerintah, Warga Kecamatan Mantoh Gelar Aksi Nyata Jilid II: Gotong Royong Perbaikan Jalan Antardesa

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE- Mantoh, 29 Desember 2025 — Masyarakat Kecamatan Mantoh kembali menggelar Aksi Nyata Jilid II berupa gotong royong perbaikan jalan penghubung antardesa. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Desa Sobol Baru dan melibatkan enam desa, yakni Desa Mantoh Sobol, Sobol Baru, Binotik Pondan, Bombanon, dan Garuga.

Aksi gotong royong tersebut turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas serta aparat TNI AD yang bertugas di Kecamatan Mantoh sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan memperbaiki infrastruktur wilayah.

Jalan yang diperbaiki tidak hanya berfungsi sebagai akses menuju kebun warga, tetapi juga menjadi jalur vital penghubung antara Desa Sobol Baru dan Desa Garuga. Kondisi jalan yang rusak parah selama ini dikeluhkan masyarakat karena berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Ironisnya, jalan tersebut seharusnya bukan lagi menjadi tanggung jawab swadaya masyarakat, melainkan kewenangan pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi.

BACA JUGA:  Ini Daftar Para Juara di FEB Fun Run 2026, Atep Jadi Tercepat Catatkan Waktu 16 Menit

Namun, karena keresahan yang terus berlarut tanpa adanya penanganan konkret, masyarakat Kecamatan Mantoh secara mandiri membentuk panitia inisiator dan melaksanakan aksi gotong royong. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak dua kali dan dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan, Adri Walalangi, bersama warga setempat.

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Masyarakat berharap aksi ini dapat membuka mata dan hati pemerintah daerah agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan infrastruktur dasar di wilayah Mantoh. Aspirasi terkait akses jalan tersebut telah berulang kali disuarakan, namun hingga kini belum mendapatkan respons nyata.

Warga juga menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong akan terus dilanjutkan pada awal Januari 2026. Meski demikian, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, sehingga masyarakat sangat mengharapkan uluran tangan serta dukungan dari pemerintah daerah.

BACA JUGA:  Masya Allah, Sehari Terkumpul Donasi Rp77,6 Juta untuk Adik Khadafi, Korban Laka Maut di Batui

Lebih jauh, aksi gotong royong ini menjadi wujud kerinduan masyarakat Mantoh untuk dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada kepala daerah, DPRD, pemerintah daerah, hingga pemerintah provinsi. Gotong royong bukan semata kerja fisik, tetapi juga simbol perjuangan dan harapan agar negara hadir serta menunjukkan empati terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Masyarakat Kecamatan Mantoh berharap upaya kolektif ini tidak sia-sia dan dapat menjadi pemantik perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi demi keselamatan dan kesejahteraan bersama. (*)