BeritaNews

Direktur CV Karsa Grub Bantah Tudingan Proyek SPAM Liang Tak Pasang Papan Informasi

402
×

Direktur CV Karsa Grub Bantah Tudingan Proyek SPAM Liang Tak Pasang Papan Informasi

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id — Direktur CV Karsa Grub, Romy Rantung, membantah keras pemberitaan salah satu media online yang menuding proyek Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perpipaan IKK Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, dikerjakan asal-asalan serta tidak memasang papan informasi proyek.

Sebagai kontraktor pelaksana, Romy Rantung menegaskan seluruh tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku, mulai dari proses tender hingga pelaksanaan pembangunan.

Ia menjelaskan, setiap proyek yang anggarannya bersumber dari APBN maupun APBD wajib memasang papan informasi sesuai ketentuan dalam dokumen kontrak. Karena itu, menurutnya, tudingan yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut tidak benar dan tidak sesuai fakta di lapangan.

BACA JUGA:  FEB Fun Run 2026 Sukses Digelar, Dekan Ucapkan Terima Kasih ke Para Sponsor

Romy juga mempertanyakan klaim adanya kekecewaan warga. “Dalam berita disebut ada warga Liang yang kecewa. Sampai saat ini, belum ada warga Desa Liang, Desa Saleati, maupun Desa Bajo yang menyampaikan keberatan atau protes kepada kami selaku pelaksana proyek SPAM Liang. Jadi, saya mempertanyakan validitas informasi tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA:  Masya Allah, Sehari Terkumpul Donasi Rp77,6 Juta untuk Adik Khadafi, Korban Laka Maut di Batui

Terkait tudingan proyek “siluman” serta adanya tumpukan pipa yang disebut terbengkalai di bahu jalan, Romy menegaskan informasi itu tidak benar dan menyesatkan.

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Ia menjelaskan, foto pipa yang ditampilkan dalam pemberitaan tersebut merupakan dokumentasi lama saat proses pemasangan masih berlangsung.

Atas pemberitaan tersebut, pihaknya menyayangkan tidak adanya upaya konfirmasi kepada pihak terkait sebelum informasi disebarluaskan ke publik.

“Informasi yang menyudutkan ini sangat merugikan kami. Namun kami yakin publik sudah cerdas dan mampu menilai mana informasi yang sesuai fakta,” tutupnya. (Ram)