Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatanNews

KPA Banggai Soroti Risiko Penularan HIV/AIDS di Tengah Arus Mudik Natal dan Tahun Baru1

1447
×

KPA Banggai Soroti Risiko Penularan HIV/AIDS di Tengah Arus Mudik Natal dan Tahun Baru1

Sebarkan artikel ini

BANGGAI KECE — Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banggai kembali mengingatkan potensi meningkatnya risiko penularan HIV/AIDS di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Isu ini akan dibahas secara khusus dalam program Radio Talk di Radio Insania pada Selasa, 23 Desember 2025. 

Sekretaris KPA Kabupaten Banggai, Hj. Rampia Laamiri, akan hadir sebagai narasumber dengan materi bertajuk Penularan HIV/AIDS di Tengah Arus Mudik Natal dan Tahun Baru.

BACA JUGA:  Diduga Jadi Pengedar Sabu, Emak-emak Asal Pagimana Ini Dibekuk Polisi

Dalam pemaparannya, Rampia menegaskan bahwa arus mudik tahunan bukan hanya berdampak pada sektor transportasi dan ekonomi, tetapi juga menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. 

Tingginya perpindahan penduduk antarwilayah, perubahan perilaku selama masa liburan, serta keterbatasan layanan kesehatan di masa libur berpotensi memperluas jejaring penularan HIV jika tidak diantisipasi secara tepat.

BACA JUGA:  Akhir Ramadhan, Alumni Smandul 96 Berbagi ke Panti Asuhan Maimunah Abas Nursin

Ia menekankan pentingnya peran KPA bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, promosi perilaku aman, serta penguatan layanan tes dan konseling HIV. 

Kelompok remaja, pekerja transportasi, sektor pariwisata, dan masyarakat di wilayah transit disebut sebagai kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus.

BACA JUGA:  Alumni Smada Luwuk 2012 Sukses Gelar Futsal Ramadhan Cup Jilid II

Menurutnya, momentum Nataru harus dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor, melibatkan tokoh masyarakat dan agama, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas stigma.

“Dengan kerja sama semua pihak, risiko penularan HIV/AIDS selama arus mudik Natal dan Tahun Baru dapat ditekan, sehingga pembangunan kesehatan daerah tetap berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.