BANGGAI KECE- Saat ini, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk telah memiliki 16 program studi S1, dan tiga program studi strata dua (S2).
Semua program studi yang ada di kampus hijau, telah terakreditasi. Bahkan sebagian besar Terakreditasi Baik Sekali.
“Jumlah mahasiswa aktif saat ini sebanyak 4.839 mahasiswa yang tersebar di 7 Fakultas dengan 16 Program S1 dan 3 Program Studi S2,” ujar Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K Djawa memaparkan capaian akademik dalam acara Wisuda Angkatan XXIII, Sabtu 13 Desember 2025 di Hotel Estrella Luwuk.
Tiga Program S2 atau Magister itu adalah Magister Manajemen yang saat ini angkatan pertamanya sebagai 71 lulusan, ikut di wisuda. Kemudian Magister Pedagogik dan Magister Hukum.
“Insya Allah di bulan Desember tahun ini kami mengusulkan pembukaan jenjang S1 Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Program Studi Ilmu Gizi, dan jenjang S2 Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam,” kata Rektor yang disambut riuh tepuk tangan.
Rencana pembukaan program studi baru baik S1 maupun S2 ini, sebagai bentuk menjawab kebutuhan dan keinginan masyarakat Banggai dan sekitarnya.
Perlu diketahui, dari 16 program studi S1 yang terakreditasi Baik Sekali sebanyak 10 Prodi, dan 6 Prodi lainnya Terakreditasi Baik. Sementara tiga Prodi S2, satu Prodi yakni Magister Manajemen Terakreditasi Baik Sekali, dan dua lainnya Terakreditasi Baik.
SDM Memadai
Rencana pengusulan pembukaan program studi baru, seiring dengan sumber daya manusia (SDM) dosen di kampus hijau yang begitu memadai.
Saat ini, kampus hijau di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Sutrisno K Djawa, memiliki 157 dosen tetap yang terdiri dari 34 orang bergelar doktor dan 73 magister.
Kemudian, terdapat 50 dosen tengah melanjutkan studinya di strata tiga dengan sebaran perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Bahkan satu dosen tengah melanjutkan studinya di Thailand.
Sementara itu, 157 dosen, terdapat 95 orang telah Lulus Sertifikasi Dosen. “Selanjutnya Jabatan Fungsional Dosen untuk Lektor Kepala sebanyak 6 dosen, dan Lektor sebanyak 78 dosen, serta Asisten Ahli 48 dosen,” beber Sutrisno. (*)





