BANGGAI KECE- Berlangsung meriah, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banggai menggelar Peringatan Hari Ibu ke 97, pada Jumat 12 Desember 2025.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banggai, Drs Damri Dayanun M.Si., ini dilaksanakan di Hotel Estrella Luwuk.
Hadir dalam kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda atau yang mewakili, Wakil Ketua DPRD Banggai, Wardani Murad Husain, kepala-kepala OPD, perwakilan perusahaan yang menjadi mitra, TP PKK, Ikatan Bidan Indonesia Banggai, dan ratusan Lansia.
Meriahkan Peringatan Hari Ibu ke-97, diisi dengan berbagai penampilan ibu-ibu hingga Lansia, malai dari pembuka hingga penutup acara.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Rahdia Unus SE., MM., yang juga Sekretaris Dinas P2KBP3A Banggai menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak, atas terlaksananya kegiatan tersebut.
Peringatan Hari Ibu ke 97 ini kata dia, mengusung tema ‘Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045’.
Dalam rangkaian Hari Ibu ke-97, Ketua IBI Kabupaten Banggai, Hj. Wirna Hadju, S.ST., M.Kes., membacakan bagaimana sejarah panjang terbentuknya Ibu.
Sejarah Hari Ibu di Indonesia berawal dari Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, yang menjadi tonggak perjuangan perempuan untuk hak-hak mereka.
Kemudian Kongres Perempuan III tahun 1938 di Bandung secara resmi menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu, yang lalu dikukuhkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1959, bukan hanya untuk menghormati ibu kandung, tapi seluruh perempuan Indonesia sebagai pejuang bangsa.
Bupati Banggai dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten III Setda Banggai, Drs. Damri Dayanun M.Si., mengatakan, Peringatan Hari Ibu merupakan momen penting yang bukan hanya mengenang jasa para perempuan dan para ibu di masa lalu.
“Tetapi juga menguatkan kembali tekad kita untuk memastikan bahwa perempuan masa kini memiliki ruang dan kesempatan yang sama dalam berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Ia menuturkan, tema nasional tahun ini, “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045,” mengandung pesan mendalam bahwa kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan adalah pilar utama dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas.
Ia menegaskan, perempuan bukan sekadar pendamping. Mereka adalah pendidik utama generasi bangsa, penjaga harmoni keluarga, penggerak ekonomi, dan aktor penting dalam pembangunan sosial.
“Di Kabupaten Banggai, kita telah melihat bagaimana perempuan mengambil peran strategis di berbagai bidang: UMKM, pertanian, pendidikan, kesehatan, teknologi, pemerintahan desa, bahkan ruang-ruang kepemimpinan publik,” katanya.
Oleh karena itu, peringatan ini tidak hanya mengajak untuk memberi penghargaan, tetapi juga untuk memperkuat kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak.
Dalam Peringatan Hari Ibu ini, juga diisi dengan pemberian penghargaan atau apresiasi kepada sejumlah tokoh perempuan hingga pimpinan instansi yang dinilai berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan perempuan, ketahanan keluarga, serta mendorong terciptanya lingkungan yang menghargai peran dan martabat keluarga.
Kemudian, Dinas P2KBP3A Banggai di bawah pimpinan Kadis Faisal Karim juga memberikan piagam penghargaan kepada 180 orang. Selanjutnya, ada juga pemberian secara simbolis bantuan Keluarga Risiko Stunting. (*)





