BeritaNewsPendidikan

Bupati Bangkep dan Rektor Unhas Teken MoU, Perkuat Riset dan Hilirisasi Rumput Laut

360
×

Bupati Bangkep dan Rektor Unhas Teken MoU, Perkuat Riset dan Hilirisasi Rumput Laut

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, ST., MT., AIFO bersama Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof. DR. IR. Jamaluddin Jompa, M.SC, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan dan Universitas Hasanuddin. Penandatanganan berlangsung di Hotel Unhas and Convention, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh akademisi dan pejabat daerah, di antaranya Prof. Dr. Nurjannah Nurdin, M.Si, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Unhas, serta Kamrin Jama, S.IP., MA, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan yang mewakili Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata Pemda Banggai Kepulauan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui riset dan pengembangan hilirisasi rumput laut, komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi besar untuk memberi nilai tambah bagi masyarakat pesisir.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Terduga Pelaku Pengeroyokan di RSUD Luwuk
BACA JUGA:  LSM Sebut Alat Bukti Belum Terpenuhi, Jaksa Belum Tetapkan Tersangka Kasus Bansos Bangkep

MoU tersebut juga memperkuat kolaborasi riset dalam pengembangan produk turunan rumput laut, mendorong inovasi, serta membuka peluang peningkatan nilai ekonomi daerah. Selain sektor kelautan, kerja sama ini turut mencakup peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan perluasan akses pembelajaran bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Pererat Silaturahmi Insan Pers, Pertamina EP DMF Gelar Safari Ramadhan di Ponpes Al Murad

Dengan terjalinnya sinergi formal melalui MoU dan audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan optimistis dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ekonomi daerah berbasis riset dan inovasi kelautan. (*)