BANGGAI KECE- Bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banggai, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banggai kembali menggelar penyuluhan HIV AIDS dalam rangkaian peringati Hari AIDS Sedunia di madrasah yang ada di Kota Luwuk.
Kali ini, KPA Kabupaten Banggai menggelar Penyuluhan HIV AIDS di MTsN 1 Banggai, Rabu 10 Desember 2025.
Hadir dalam kegiatan penyuluhan ini, Kepala Kemenag Banggai, Suardi Kandjai, Sekretaris KPA Kabupaten Banggai, Rampia Laamiri, dan Kepala MTsN 1 Banggai, Jamil Hasyim.
Kepala Kemenag Banggai, Drs. H. Suardi Kandjai M.Pd., menyambut baik kegiatan penyuluhan HIV AIDS yang diprakarsai Komisi Penanggulangan AIDS.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemda dan KPA kabupaten Banggai yang telah bekerja sama dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang HIV AIDS kepada para siswa.
Sebelumnya, Rampia menjelaskan, terdapat beberapa madrasah yang menjadi fokus pada peringatan Hari AIDS tahun ini.
Dari total enam madrasah yang akan dikunjungi, tiga di antaranya telah disambangi hari ini.
Tiga madrasah berikutnya yang menjadi target sosialisasi yakni MTsN 1 Banggai, MAN 1 Banggai, serta MTs dan MA Al Khairaat Luwuk.
Dalam kegiatan edukasi tersebut, KPA Banggai memberikan pemahaman mengenai apa itu HIV dan AIDS, cara penularan, gejala, hingga langkah-langkah pencegahannya.
KPA juga menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial seperti tinggal serumah, berjabat tangan, menggunakan alat makan bersama, maupun berenang bersama.
Selain itu, turut disampaikan edukasi terkait kelompok berisiko tinggi serta pentingnya perilaku seks yang aman.
Melalui kegiatan ini, KPA Banggai berharap masyarakat semakin memahami mekanisme penularan dan pencegahan HIV/AIDS, sehingga stigma negatif dapat ditekan dan kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan meningkat.
Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mencapai target “3 Zero 2030”, yaitu Zero Infeksi Baru, Zero Kematian terkait AIDS, dan Zero Stigma dan Diskriminasi.
Penyuluhan ini dinilai penting dilakukan secara masif mengingat kelompok usia muda merupakan populasi yang rentan terinfeksi HIV akibat minimnya pengetahuan dan kesadaran terhadap risiko penyakit tersebut. Kelompok remaja pun menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut didominasi oleh kelompok usia produktif.
“Sesuai data Dinas Kesehatan, kasus HIV/AIDS untuk usia 20–24 tahun menduduki urutan kedua, sedangkan urutan pertama berada pada kelompok usia 25–49 tahun,” jelasnya. (*)





