Scroll untuk baca artikel
BeritaHukumNews

Geger! Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pekuburan Cina Luwuk, Sempat Cekcok dengan Istri

1248
×

Geger! Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pekuburan Cina Luwuk, Sempat Cekcok dengan Istri

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Polisi melakukan olah TKP penemuan jenazah pria gantung diri di kompleks Pekuburan Cina, Jalan P. Kalimantan, Kelurahan Kompo, Luwuk Selatan, Senin (24/11/2025) malam.

“Sekitar pukul 22.45 Wita anggota menerima laporan masyarakat adanya jenazah pria gantung diri di kompleks kubur cina,” kata Kasi Humas Polres Banggai Iptu Saiman, dalam siaran persnya, Selasa (25/11) pagi.

Dari keterangan saksi yakni istri korban, AP (39), mengatakan, bahwa korban bernisial AU (39) warga kompleks Rajawali, Jalan Prof. Muh. Yamin, Luwuk ini, keduanya sempat terlibat perselisihan masalah rumah tangga.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Bangkep Kawal Arus Lalin Sholat Idulfitri 1447 H, Ibadah Berjalan Aman dan Lancar

“Kemudian korban mengajak saksi untuk pergi ketempat yang sunyi untuk bercerita, membicarakan permasalahan keluarga mereka,” ungkap Amin mengutip keterangan istri korban.

BACA JUGA:  Polres Bangkep Amankan Sholat Idulfitri 1447 H di Delapan Titik Bulagi, Situasi Kondusif

Setelah beberapa saat mencari tempat, berhentilah mereka di kompleks Tanjungsari Kelurahan Karaton. Di sana, mereka berdua terlibat percekcokan hingga diduga korban sempat memukul istrinya di bagian mulut. 

“Sekitar jam 22.00 Wita, korban kembali mengajak saksi ke kompleks pekuburan cina. Sesampainya ia langsung mau melakukan gantung diri. Saksi coba mencegah tetapi didorong korban, kemudian berlari minta pertolongan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Diikuti Ratusan Jamaah, Masjid Al Fattah BTN Bukit Mambual Sukses Gelar Sholat Idul Fitri 

“Saat saksi kembali ke lokasi kejadian mendapati suaminya dalam kondisi tergantung tak bernyawa,” terang Kasi Humas.

Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsy. (*)