Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatanNews

Puluhan Remaja Jole Antusias Ikuti Penyuluhan HIV AIDS dan Kesehatan Reproduksi

1254
×

Puluhan Remaja Jole Antusias Ikuti Penyuluhan HIV AIDS dan Kesehatan Reproduksi

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Berkolaborasi dengan Puskesmas Simpong, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banggai kembali menggelar penyuluhan mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi bagi remaja.

Kali ini, KPA Banggai bersama Puskesmas Simpong menyasar Posyandu Remaja di Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan, Sabtu 22 November 2025. 

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 30 remaja yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi.

BACA JUGA:  Akhir Ramadhan, Alumni Smandul 96 Berbagi ke Panti Asuhan Maimunah Abas Nursin

“Alhamdulillah, kegiatan dihadiri remaja usia 10–18 tahun, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA, kurang lebih 30 orang. Mereka sangat antusias,” ujar Sekretaris KPA Banggai, Hj. Rampia Laamiri.

Ia menyebutkan, penyuluhan di Kelurahan Jole menjadi yang terbanyak pesertanya dibandingkan sejumlah desa yang ada di dalam Kota Luwuk.

“Kerjasama yang baik antara PKM Simpong dan Pemerintah Kelurahan di wilayah Kecamatan Luwuk Selatan membuat seluruh kegiatan Posyandu Remaja berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati bersama para kader,” jelasnya.

BACA JUGA:  Diduga Jadi Pengedar Sabu, Emak-emak Asal Pagimana Ini Dibekuk Polisi

Rampia menegaskan, penyuluhan secara masif perlu dilakukan karena kelompok remaja merupakan populasi yang rentan terinfeksi HIV akibat kurangnya pengetahuan dan kesadaran terhadap bahaya penyakit tersebut.

Mengutip data Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, ia menyebutkan kasus HIV/AIDS di daerah tersebut masih didominasi kelompok usia produktif.

BACA JUGA:  Alumni Smada Luwuk 2012 Sukses Gelar Futsal Ramadhan Cup Jilid II

“Sesuai data Dinas Kesehatan, kasus HIV/AIDS pada usia 20–24 tahun berada di urutan kedua tertinggi, sedangkan urutan pertama berada pada kelompok usia 25–49 tahun,” paparnya.

Ia menambahkan, penyuluhan tidak hanya berfokus pada HIV/AIDS, tetapi juga mencakup edukasi perilaku hidup sehat, kesehatan reproduksi, serta dorongan untuk melakukan tes HIV secara sukarela. (*)