Banggaikece.id – Tim Direktorat Jenderal Konstruksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat yang beranggotakan tiga orang, bersama dua perwakilan BNPB Provinsi Sulawesi Tengah, melakukan peninjauan proyek konstruksi pengaman pantai di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah.
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau progres pelaksanaan tujuh proyek hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dibiayai melalui anggaran hibah tahun 2024 dengan total nilai kontrak sebesar Rp27,35 miliar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rekonstruksi Pengamanan Pasang Surut BPBD Bangkep, Arba, ST., MT., menjelaskan bahwa kedatangan tim Dirjen Rehab Rekon BNPB Pusat bersama BNPB Provinsi Sulawesi Tengah dimaksudkan untuk memastikan pelaksanaan anggaran hibah di Banggai Kepulauan berjalan dengan baik. Tim Dirjen BNPB berharap tujuh proyek hibah tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.
Menurut Arba, kunjungan Tim Dirjen BNPB Pusat dipimpin oleh Ria W., M.Si., didampingi oleh anggota tim Adhita F. A., ST. dan Azid Fathoni, S.Si.. Rangkaian kunjungan berlangsung selama dua hari, sejak Kamis (6/11) hingga Jumat (7/11/2025).
Pada hari pertama, Kamis (6/11), Tim BNPB Pusat bersama BNPB Provinsi dan BPBD Banggai Kepulauan meninjau pekerjaan proyek tanggul di Desa Tombos Kecamatan Peling Tengah, dilanjutkan ke Desa Bakalinga Kecamatan Bulagi Utara, dan Desa Bolubung Kecamatan Bulagi Utara. Dalam peninjauan tersebut, tim memeriksa langsung progres pekerjaan serta memberikan arahan kepada pihak pelaksana agar penyelesaian proyek berjalan sesuai jadwal.
Selanjutnya, pada Jumat (7/11/2025), Tim BNPB meninjau pekerjaan tanggul di Desa Tatakalai, Desa Ponding-Ponding, dan Desa Lalong Kecamatan Tinangkung Utara. Sementara peninjauan proyek tanggul di Desa Kombutokan Kecamatan Totikum tidak dapat dilakukan karena keterbatasan waktu sebelum tim kembali ke Jakarta.
Arba menambahkan, dari enam lokasi proyek tanggul yang ditinjau, pekerjaan Tanggul Desa Ponding-Ponding menjadi perhatian khusus Tim BNPB Pusat. Pasalnya, bobot pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Lamotono Group hingga awal November baru mencapai sekitar 20 persen, tergolong rendah dibanding target waktu yang ditetapkan.
“Tim BNPB Pusat memberikan penekanan kepada pelaksana CV Lamotono Group agar meningkatkan bobot pekerjaan dan memastikan penyelesaiannya tepat waktu sesuai kontrak,” tegas Arba. (Ram)





