Banggaikece.id-Syarfan Ndeo, nama yang tak asing lagi bagi warga Desa Bella, Kecamatan Nuhon kini menorehkan kisah inspiratif.
Dikenal sebagai kepala desa yang dicintai masyarakat selama tiga periode, Syarfan mengambil langkah berani dengan menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah.
Pria kelahiran Bella, 21 Mei 1970 ini, memiliki motivasi mulia di balik keputusannya. Melihat banyaknya warga desa yang membutuhkan bantuan hukum namun terkendala biaya, Syarfan tergerak untuk menjadi pembela bagi mereka yang kurang mampu.
“Saya melihat sendiri bagaimana sulitnya masyarakat kecil mencari keadilan karena keterbatasan ekonomi. Hati saya terpanggil untuk bisa membantu mereka,” ujar Syarfan, yang kini telah memasuki semester lima, Jumat 1 November 2025.
Keputusan Syarfan untuk menjadi pengacara mendapat dukungan penuh dari keluarga, termasuk istri yang berprofesi sebagai bidan, serta seorang putra dan dua putri.
Baginya, keluarga adalah sumber kekuatan untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita mulianya.
“Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang bagaimana saya bisa memberikan manfaat lebih banyak bagi masyarakat. Saya ingin menjadi jembatan bagi mereka yang mencari keadilan,” tegasnya.
Syarfan dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Selama menjabat sebagai kepala desa, ia selalu mengutamakan kepentingan warganya. Tak heran, keputusannya untuk menjadi pengacara disambut baik oleh masyarakat Desa Bella.
“Pak Syarfan memang selalu memikirkan kami. Kami yakin, beliau akan menjadi pengacara yang hebat dan amanah,” kata salah seorang warga Desa Bella.
Dengan semangat yang membara, Syarfan Ndeo siap mengabdikan dirinya sebagai pengacara pembela masyarakat miskin. Kisah inspiratifnya ini membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita dan memberikan kontribusi positif bagi sesama. (*)





