Banggaikece.id – Pekerjaan pembangunan pengaman pasang surut di Desa Bakalinga, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), kini telah mencapai progres sebesar 39,83 persen. Proyek ini bertujuan melindungi wilayah pesisir dari ancaman banjir rob sekaligus menata kawasan pantai agar lebih aman dan tertata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Mustain, ST, Konsultan Pengawas dari CV. Wamana Awatara, pada Kamis (30/10/2025).
Mustain menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis pelaksana dan konsultan, progres fisik pembangunan rekonstruksi bangunan pengaman pasang surut yang dikerjakan oleh CV. Putra Afiet menunjukkan capaian 39,83 persen hingga akhir Triwulan III atau per 30 September 2025.
“Kami menargetkan pada akhir Oktober atau awal November 2025 progres pekerjaan ini dapat terus meningkat,” ujarnya.
Adapun konstruksi tanggul pengaman pasang surut di Desa Bakalinga meliputi:
Tinggi pasangan:
Koporan: 0,9 m
Abutmen: 1,5 m
Leher hingga kepala: 0,9 m
Lebar bawah:
Koporan: 2 m
Abutmen bawah: 1,5 m
Lebar atas: 0,7 m
Total panjang tanggul yang dibangun mencapai lebih dari 780 meter.
Mustain menambahkan, hingga saat ini ketersediaan bahan material seperti pasir, batu, dan semen masih mencukupi tanpa kendala berarti. Namun, aktivitas pekerjaan terkadang terhambat oleh faktor cuaca, terutama saat hujan atau air laut pasang.
“Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan. Diharapkan, tanggul pengaman ini mampu menahan gelombang pasang, mengurangi dampak banjir rob, serta meminimalkan kerugian ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” tutup Mustain.
Diketahui, proyek ini dimulai sejak 31 Agustus 2025 dan ditargetkan rampung pada 27 Desember 2025, dengan masa kerja selama 150 hari kalender. Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.800.796.905, bersumber dari hibah BNPB dengan total pagu anggaran hibah mencapai Rp27,35 miliar. RAM





