BeritaDaerahNews

Progres Pembangunan Pengaman Pantai di Desa Bolubung Capai 50 Persen

1068
×

Progres Pembangunan Pengaman Pantai di Desa Bolubung Capai 50 Persen

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Progres pembangunan pengaman pantai di Desa Bolubung, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, kini telah mencapai 50 persen. Proyek ini bertujuan melindungi kawasan pesisir desa dari ancaman banjir rob sekaligus menata wilayah pantai agar lebih tertata dan aman bagi warga sekitar.

“Proyek Strategis Nasional ini dikerjakan untuk mengantisipasi ancaman banjir rob dan penataan kawasan pesisir pantai Desa Bolubung, dengan progres saat ini telah mencapai 50 persen,” ujar Jasmin Langolo, pengawas dari CV. Karathon Mandiri, Minggu (26/10/2025).

Jasmin menjelaskan, berdasarkan hasil analisis dari pelaksana dan konsultan, progres pembangunan tanggul pengaman pantai Desa Bolubung sudah mencapai setengah dari target. “Kami menargetkan pada akhir Oktober atau awal November 2025 progresnya bisa naik menjadi 53 persen,” tambahnya.

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Pembangunan pengaman pantai tersebut terbagi menjadi dua tipe konstruksi, yaitu:

Tipe 1: Pembangunan tanggul baru dengan panjang 400 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 3,70 meter.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Lima Terduga Pengedar Ribuan Pil THD di Lamala, 2 Diantaranya Perempuan

Tipe 2: Perbaikan atau proteksi tanggul lama sepanjang lebih dari 400 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1,75 meter.

Total keseluruhan panjang tanggul mencapai lebih dari 800 meter.

Jasmin juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini ketersediaan bahan baku seperti pasir, batu, dan semen masih mencukupi tanpa kendala berarti. Namun, aktivitas kerja terkadang terhambat oleh faktor cuaca, terutama saat hujan atau air laut pasang.

“Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan. Diharapkan, pengaman pantai ini mampu menahan gelombang pasang, mengurangi dampak banjir rob, serta meminimalkan kerugian ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” tutup Jasmin.

BACA JUGA:  Dua Siswi Kakak Beradik Asal SMAN 2 Luwuk Raih Juara 1 dan 2 di FEB Fun Run 2026

Diketahui, proyek ini dimulai sejak 14 Agustus 2025 dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2025 dengan masa kerja selama 140 hari kalender. Pekerjaan ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.568.476.767, bersumber dari hibah BNPB, dengan total pagu anggaran hibah mencapai Rp27,35 miliar. (Ram)