Banggaikece.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rusli Moidady secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXII Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025 yang dipusatkan di Desa Lumbi-Lumbia, Kecamatan Buko Selatan, pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Turut hadir dalam acara pembukaan antara lain Ketua DPRD Arkam Supu, S.Th.I., M.H., Wakil Ketua I DPRD Suhardin Sabalino, Kepala Kantor Kementerian Agama H. Sofyan Arsyad, S.Pd.I., M.Si., Ketua FKUB Drs. H. Ahmad Yani Maloko, serta jajaran Forkopimda, para kepala OPD, tokoh masyarakat, dan seluruh kafilah MTQ dari kecamatan se-Kabupaten Banggai Kepulauan. Hadir pula Qori Internasional H. Darwin Hasibuan, S.Pd.I., dan Ketua TP-PKK Ny. Hj. Umar Hamid, S.Sos.
Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya MTQ Ke-XXII dan mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan ajang ini sebagai wadah memperkokoh ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“MTQ memiliki makna strategis, bukan hanya sebagai ajang syiar keagamaan, tetapi juga sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujar Bupati Rusli.
Menurutnya, MTQ berperan penting dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlakul karimah, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan kedamaian di tengah masyarakat. Ia juga berharap kegiatan ini dapat melahirkan Qori dan Qoriah terbaik yang akan mewakili Kabupaten Banggai Kepulauan pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Rusli turut menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia juga mendoakan agar seluruh peserta dapat mengikuti musabaqah dengan semangat dan sportivitas yang tinggi.
Pembukaan MTQ Ke-XXII Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025 berlangsung lancar dan penuh khidmat. Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak pembinaan generasi Qurani, memperkuat nilai-nilai religius, serta menumbuhkan semangat persatuan dalam bingkai keislaman di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama H. Sofyan Arsyad menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari dakwah Islam yang mendalam.
“Penyelenggaraan MTQ harus diniatkan sebagai ibadah karena yang dilombakan adalah kalam Allah SWT,” ungkapnya.
Ia menambahkan, MTQ hendaknya menjadi sarana untuk membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, sekaligus mendorong umat Islam agar memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Sofyan Arsyad menekankan bahwa MTQ harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat moral, spiritual, dan karakter masyarakat Banggai Kepulauan agar senantiasa berpedoman pada nilai-nilai Qurani. (Ram)





