BeritaNews

Deiyai Kini Miliki Pusat Kesehatan Hewan, Kadis Pertanian Serahkan Vaksin ke Bidang Peternakan

555
×

Deiyai Kini Miliki Pusat Kesehatan Hewan, Kadis Pertanian Serahkan Vaksin ke Bidang Peternakan

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id-Deiyai, Papua Tengah — Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai resmi menghadirkan Pusat Kesehatan Hewan (PKH) yang berlokasi di Yomei, Distrik Wagete. Kehadiran PKH ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam meningkatkan pelayanan kesehatan hewan sekaligus memperkuat program ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat di sektor peternakan.

Acara penyerahan secara simbolis dilaksanakan pada Rabu, 8 Oktober 2025, di Aula Sekwan, usai pelatihan bagi petani kopi dan pelaku agribisnis ternak yang diikuti oleh 20 kelompok petani dari seluruh wilayah Deiyai.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, M.Pd, menyerahkan berbagai obat dan vaksin hewan seperti vaksin ASF (African Swine Fever) serta vaksin penyakit ternak lainnya kepada Kepala Bidang Peternakan, Alfons Tekege, S.Pt. Penyerahan ini menjadi tanda resmi dimulainya pelayanan aktif Pusat Kesehatan Hewan (PKH) di Kabupaten Deiyai.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Lima Terduga Pengedar Ribuan Pil THD di Lamala, 2 Diantaranya Perempuan

“Penyerahan ini menandakan bahwa Kabupaten Deiyai kini telah memiliki klinik kesehatan hewan sendiri. Tahun 2026 nanti, program prioritas Bupati akan difokuskan pada bidang peternakan, karena selama ini ternak masyarakat sering diserang wabah. Kami ingin masyarakat punya tempat khusus untuk berkonsultasi dan mendapatkan layanan kesehatan hewan,” jelas Aleks Pigai.

BACA JUGA:  Bertabur Doorprize, FEB Unismuh Luwuk Sukses Gelar FEB Fun Run 2026

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa layanan PKH akan membantu masyarakat dalam menangani berbagai masalah kesehatan ternak, termasuk penyediaan vaksinasi rutin dan pengobatan langsung di lapangan.

“Biasanya wabah ternak muncul sebelum Desember. Karena itu, pada November nanti kami akan turun langsung ke kandang-kandang untuk melakukan vaksinasi guna mencegah penyebaran penyakit. Kami ingin masyarakat bisa menjaga ternak mereka agar tetap sehat dan produktif,” tambahnya.

Selain itu, Aleks Pigai juga mengajak mahasiswa dan sarjana peternakan yang telah menyelesaikan studi untuk ikut terlibat dalam edukasi serta pendampingan masyarakat di bidang peternakan dan pertanian.

BACA JUGA:  Masya Allah, Sehari Terkumpul Donasi Rp77,6 Juta untuk Adik Khadafi, Korban Laka Maut di Batui

“Sarjana harus menjadi contoh bagi masyarakat. Mereka bisa menciptakan lapangan kerja baru melalui pemeliharaan ternak, berkebun, atau mengembangkan usaha kopi. Semua itu bagian dari upaya kita bersama mewujudkan visi dan misi Bupati menuju masyarakat Deiyai yang sejahtera dan mandiri,” tutupnya.

Dengan berdirinya Pusat Kesehatan Hewan Deiyai, pemerintah berharap pelayanan terhadap peternak menjadi lebih cepat, tepat, dan efektif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui sektor peternakan yang sehat dan berdaya saing. (*)

Sumber: Aleks Pigai

Laporan: Jeri P. Degei