Scroll untuk baca artikel
BeritaHukumNewsUmum

Polres Bangkep Amankan Dapur SPPG Pasca Insiden Keracunan Massal di Salakan

931
×

Polres Bangkep Amankan Dapur SPPG Pasca Insiden Keracunan Massal di Salakan

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Polres Banggai Kepulauan (Bangkep) bergerak cepat dengan mengamankan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tinangkung. Langkah ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan massal yang terjadi dua hari sebelumnya dan menimpa ratusan siswa di Salakan.

Pengamanan tersebut bertujuan menjaga status quo serta mempermudah proses penyelidikan yang kini tengah dilakukan pihak berwenang.

Pada Jumat (19/9/2025) pukul 09.00 Wita, tiga personel Polsek Tinangkung yang dipimpin langsung oleh Kapolsek melaksanakan pengamanan di lokasi. Dapur SPPG sebelumnya sudah dipasangi garis polisi (police line) oleh Satuan Reserse Polres Bangkep sejak insiden pada Rabu (17/9/2025). Tindakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolres Bangkep setelah kegiatan program Makan Bergizi (MBG) dihentikan sementara di wilayah tersebut.

BACA JUGA:  PJU Polda Sulteng Cek Kesiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di Banggai Kepulauan

Dalam peristiwa dugaan keracunan itu, sebanyak 277 siswa mendapat perawatan di RS Trikora Salakan. Berdasarkan data terbaru per 18 September 2025, 233 siswa telah diperbolehkan pulang karena kondisi membaik. Sementara itu, 44 siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif.

BACA JUGA:  Futsal Ramadhan Cup II Smanda Luwuk Resmi Berakhir, Alumni 2013 Keluar sebagai Juara

Kapolsek Tinangkung menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pengamanan area. “Kami sama-sama menunggu hasil dari pihak terkait. Untuk selanjutnya, kami hanya menjalankan tupoksi kami dalam melaksanakan pengamanan di area ini,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jelang Idulfitri 1447 H, Masjid Al Fattah BTN Bukit Mambual Salurkan Zakat Fitrah ke Warga

Pengamanan dapur ini menjadi bagian dari langkah Polres Bangkep untuk menjamin keamanan sekaligus memastikan proses investigasi berjalan lancar, objektif, dan tuntas. Dengan adanya garis polisi dan penjagaan ketat, diharapkan tidak ada pihak yang dapat mengubah kondisi di lokasi kejadian. (*)

Penulis: Ramli Suma