Scroll untuk baca artikel
BeritaHukumNews

Polres Bangkep Amankan Sampel Menu MBG Penyebab Dugaan Keracunan 254 Siswa

1074
×

Polres Bangkep Amankan Sampel Menu MBG Penyebab Dugaan Keracunan 254 Siswa

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Penyidik Polres Banggai Kepulauan (Bangkep) mengamankan sampel menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab 254 siswa mengalami keracunan.

“Kita sudah amankan menu makan bergizi berupa nasi, sayur, dan ikan,” kata Kapolres Bangkep, AKBP Ronaldus Karurukan, S.I.K., Kamis (18/9/2025).

Sampel tersebut diambil setelah pihak kepolisian menerima laporan terkait sejumlah siswa SD, SMP, SMA, hingga SMK di wilayah Kota Salakan yang dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi menu MBG. “Dapat laporan masyarakat bahwa ada anak-anak sekolah yang dibawa ke rumah sakit,” jelas Kapolres.

BACA JUGA:  Jelang Idulfitri 1447 H, Masjid Al Fattah BTN Bukit Mambual Salurkan Zakat Fitrah ke Warga

Ronaldus menambahkan, sampel makanan MBG itu telah dibawa ke Balai POM Polda Sulawesi Tengah untuk dilakukan uji laboratorium. “Kita lakukan uji laboratorium di Balai POM,” ujarnya.

Terkait kasus ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Surat pemanggilan terhadap sejumlah saksi telah dikeluarkan, sementara garis polisi juga dipasang di Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Trans Peling, Kelurahan Salakan.

BACA JUGA:  Direksi PHE Tinjau Rig PDSI#40.3 di Blora, Tekankan Budaya Keselamatan Kerja

Peristiwa keracunan massal ini bermula sekitar pukul 11.00 WITA. Sejumlah siswa dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Kota Salakan merasakan gejala tak biasa usai mengonsumsi makanan yang disajikan oleh Badan Gizi Nasional. Gejalanya berupa gatal, mual, pusing, hingga ada yang mengalami kejang.

BACA JUGA:  Futsal Ramadhan Cup II Smanda Luwuk Resmi Berakhir, Alumni 2013 Keluar sebagai Juara

Menurut keterangan salah seorang siswa, menu yang disantap terdiri atas ikan tuna saus, tahu goreng, sayur asam jagung, dan buah jeruk.

Data terbaru kepolisian mencatat, sebanyak 230 siswa telah mendapatkan penanganan medis, dengan 81 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Seluruh korban dirawat di RS Trikora Salakan dan dipastikan dalam kondisi stabil. (*)

Editor: Ramli Suma