BeritaNewsPendidikan

157 Siswa Diduga Keracunan MBG Dirawat di RS, Bupati Bangkep: 80 Orang Sudah Pulih 

1283
×

157 Siswa Diduga Keracunan MBG Dirawat di RS, Bupati Bangkep: 80 Orang Sudah Pulih 

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Sebanyak 157 siswa dilaporkan dilarikan dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Trikora Salakan, Rabu 17 September 2025.

Ratusan siswa itu harus menjalani perawatan di rumah sakit, usai diduga mengalami alergi karena keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di sekolah.

Atas peristiwa itu, Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Rusli Moidady meninjau langsung kondisi para siswa yang dirawat di Rumah Sakit Umum Trikora Salakan.

“Saat ini di Rumah Sakit Trikora Salakan telah dirawat 157 siswa yang berasal dari SD Tompudau, Siswa SMP Tinangkung, SMA Tinangkung, dan SMK,” ujar Bupati Rusli Moidady dalam konferensi pers, yang didampingi Ketua DPRD Bangkep, Arkam Supu, Kapolres Bangkep, Direktur RS Trikora Salakan, dan sejumlah kepala OPD.

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Ratusan siswa ini kata orang nomor satu di Bangkep itu, diduga telah mengonsumsi makanan yang kemudian membuat mereka alergi.

“Saat ini sedang menjalani perawatan. Alhamdulillah dari 157 yang dirawat di rumah sakit, 80-an siswa siswi sudah kembali (pulang) dan dinyatakan sudah pulih,” katanya.

BACA JUGA:  Ini Daftar Para Juara di FEB Fun Run 2026, Atep Jadi Tercepat Catatkan Waktu 16 Menit

Ia memastikan, semua siswa yang mengalami alergi, mendapatkan penanganan yang maksimal dari tenaga medis.

“Para dokter dan tenaga kesehatan telah dikerahkan untuk menangani siswa siswi. Alhamdulillah sampai saat ini, tidak ada yang kritis,” ucapnya.

Dalam penanganannya, pihak rumah sakit akan melakukan observasi pemulihan kepada para siswa yang mengalami alergi, hingga benar-benar pulih.

BACA JUGA:  Masya Allah, Sehari Terkumpul Donasi Rp77,6 Juta untuk Adik Khadafi, Korban Laka Maut di Batui

“Kami akan melakukan observasi pemulihan selama 1x 24 jam, dilihat gejala-gejalanya, jika sudah tidak ada, maka akan dipulangkan,” terangnya.

Ia berharap, semoga para siswa yang saat ini mengalami alergi makanan bergizi gratis sehat kembali dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.

“Kemudian, kejadian seperti ini tidak akan terjadi kembali di masa-masa yang akan datang,” tandasnya. (*)