BeritaKesehatanNewsPendidikan

Mahasiswa Jadi Garda Terdepan, KPA Banggai Ajak Gen Z Lawan Stigma HIV/AIDS

855
×

Mahasiswa Jadi Garda Terdepan, KPA Banggai Ajak Gen Z Lawan Stigma HIV/AIDS

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banggai terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini mendorong perlunya sinergi semua pihak dalam upaya pencegahan dan pengendalian, termasuk peran aktif pemuda dan mahasiswa.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banggai, Hj. Rampia Laamiri, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peranan penting sebagai agen perubahan. 

Menurutnya, mahasiswa harus tampil di garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar tentang HIV serta mengikis stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

“Pemuda dan mahasiswa bisa menjadi motor penggerak dengan membangun kesadaran masyarakat, menyebarkan informasi yang benar, sekaligus mengurangi stigma negatif terhadap ODHIV,” ujar Rampia dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Luwuk, Kamis 11 September 2025, di Gedung KNPI Banggai.

BACA JUGA:  Geger, Wanita Lansia Ditemukan Tewas Terapung di Saluran Irigasi Simpang Raya

Mengusung tema “Membina Karakter Berintegritas, Visioner, dan Berdampak di Era Society 5.0”, LDK tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berperan dalam dunia akademik, tetapi juga terlibat dalam isu sosial, termasuk kesehatan masyarakat.

Langkah Nyata yang Bisa Dilakukan Mahasiswa

KPA Banggai mengajak pemuda untuk terlibat langsung melalui aksi nyata, di antaranya:

Melakukan tes HIV secara sukarela sebagai bentuk kesadaran diri dan self-care.

Mengajak teman sebaya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Mendukung program donor darah yang aman serta advokasi transfusi darah bebas HIV.

BACA JUGA:  Bertabur Doorprize, FEB Unismuh Luwuk Sukses Gelar FEB Fun Run 2026

Membuat kampanye edukatif di media sosial dalam bentuk infografis, video pendek, atau podcast.

Menggelar diskusi, seminar, atau workshop terkait HIV, kesehatan reproduksi, dan pencegahan narkoba.

Menjadi relawan penyuluhan di sekolah atau komunitas remaja.

Kenali HIV & AIDS, Jangan Salah Paham!

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika tidak ditangani, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yaitu kondisi kerusakan imunitas parah yang membuka peluang munculnya berbagai penyakit oportunistik.

Penularan HIV dapat terjadi melalui:

Hubungan seksual berisiko tanpa kondom.

Penggunaan jarum suntik tidak steril.

Penularan dari ibu hamil ke bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Lima Terduga Pengedar Ribuan Pil THD di Lamala, 2 Diantaranya Perempuan

Transfusi darah yang tercemar HIV.

HIV tidak menular melalui: gigitan nyamuk, bersalaman, berpelukan, berciuman, makan bersama, tinggal serumah, atau menggunakan toilet bersama.

Peran KPA Banggai

KPA merupakan lembaga non-struktural yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 124 Tahun 2016 untuk mengoordinasikan upaya penanggulangan AIDS secara terpadu. 

Di Kabupaten Banggai, KPA diketuai oleh Bupati dan Wakil Bupati, dengan anggota dari lintas sektor, mulai dari OPD, lembaga pendidikan, swasta, hingga komunitas masyarakat peduli AIDS.

Rampia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam gerakan edukasi ini. “Jika pemuda berani berbicara benar tentang HIV, stigma akan berkurang, kesadaran meningkat, dan masyarakat bisa lebih terlindungi,” pungkasnya. (*)