Scroll untuk baca artikel
BeritaNewsUmum

Kepala Suku Besar Papua Tengah Tegaskan Peran Penting Mubes dalam Menjaga Keharmonisan Adat

789
×

Kepala Suku Besar Papua Tengah Tegaskan Peran Penting Mubes dalam Menjaga Keharmonisan Adat

Sebarkan artikel ini

Pedoman Media CyberBanggaikece.id – Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan baru-baru ini, dua perwakilan kepala suku di Provinsi Papua Tengah, yakni Melkias Keiya selaku Kepala Suku Mee, dan Jhon Kogoya selaku Kepala Suku Lapago, secara tegas mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Imbauan tersebut disampaikan pada Kamis (11/09).

Melkias Keiya, SH. Mc, menyampaikan bahwa seorang kepala suku diharapkan memiliki kearifan lokal dalam mengelola masyarakat. 

Kepala suku, menurutnya, kerap berperan sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik atau perselisihan di dalam komunitas, sekaligus menjadi representasi suku dalam menjalin hubungan dengan pihak luar.

BACA JUGA:  Khutbah Idul Fitri di Masjid Al Fattah, Ustadz Fahri Rahmadan Ajak Jamaah Jaga Semangat Ramadan

“Musyawarah mungkin dibuka dengan ritual atau prosesi adat, lalu membahas dan mencari solusi atas konflik yang timbul dalam komunitas, serta membicarakan upaya pelestarian budaya, tradisi, dan nilai-nilai adat,” ujar Keiya.

BACA JUGA:  Diikuti Ratusan Jamaah, Masjid Al Fattah BTN Bukit Mambual Sukses Gelar Sholat Idul Fitri 

Senada dengan itu, Kepala Suku Lapago, Jhon Kogoya, menegaskan bahwa tugas kepala suku mencakup kepemimpinan politik, sosial, budaya, dan adat. 

Kepala suku Mee maupun Lani memiliki peran sebagai pemimpin masyarakat, penengah konflik, pembuat keputusan penting, penjaga budaya dan tradisi, serta perwakilan suku dalam hubungan dengan pihak luar.

“Tugas ini sangat vital dalam menjaga keharmonisan dan kelangsungan hidup masyarakat adat,” tegas Kogoya.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Bangkep Kawal Arus Lalin Sholat Idulfitri 1447 H, Ibadah Berjalan Aman dan Lancar

Melkias Keiya kemudian menambahkan, khusus di Papua Tengah, peran kepala suku baik dari Suku Mee maupun Lani sangat menentukan arah kepemimpinan masyarakat adat. 

Dengan demikian, keberadaan musyawarah besar (Mubes) menjadi forum penting dalam memperkuat persatuan serta melestarikan adat istiadat yang diwariskan leluhur. (*)

Editor: Jeri P. Degei