Scroll untuk baca artikel
BeritaNasionalNews

Imigrasi Banggai untuk Kemanusiaan, Donor  Darah Jadi Bukti Kepedulian Sosial

939
×

Imigrasi Banggai untuk Kemanusiaan, Donor  Darah Jadi Bukti Kepedulian Sosial

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id– Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banggai melaksanakan kegiatan donor darah, Jumat 22 Agustus 2025.

 Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banggai sebagai bentuk kepedulian sosial dan solidaritas kepada sesama, sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan donor darah ini diikuti oleh pegawai Kantor Imigrasi Banggai, Lapas Banggai. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari, mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang sejalan dengan nilai-nilai perjuangan bangsa.

BACA JUGA:  Alumni Smada Luwuk 2012 Sukses Gelar Futsal Ramadhan Cup Jilid II

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai, Bapak Yusva Aditya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.

“Kami percaya bahwa setetes darah yang kita sumbangkan dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Kegiatan ini merupakan aksi nyata kepedulian sosial, sekaligus wujud semangat kemerdekaan untuk terus berbagi dan memberi manfaat bagi sesama. Kami berterima kasih kepada seluruh pendonor, PMI, serta Lapas Banggai atas kerja sama dan dukungannya,” ujar Yusva.

BACA JUGA:  Diduga Jadi Pengedar Sabu, Emak-emak Asal Pagimana Ini Dibekuk Polisi

Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Banggai menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir dalam memberikan pelayanan keimigrasian, tetapi juga aktif dalam berbagai aksi sosial yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas.

BACA JUGA:  Akhir Ramadhan, Alumni Smandul 96 Berbagi ke Panti Asuhan Maimunah Abas Nursin

Dengan semangat “Imigrasi Banggai untuk Kemanusiaan”, peringatan HUT RI ke-80 menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat solidaritas, serta memperkokoh nilai kemanusiaan di tengah kehidupan bermasyarakat. (*)