Banggaikece.id – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) melaksanakan program pengabdian di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada 21 Juli hingga 20 Agustus 2025.
Tim yang terdiri dari lima mahasiswa lintas jurusan ini meliputi Al Royyan Mulya Adfiandhana (Peternakan), Muhammad Guntur (Hukum), serta Ameta Febrianti, Astri Julyani, dan Intan Permatasari (Farmasi).
Mereka dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dr. Anung Putri Illahika, M.Si. Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, tim membawa semangat kolaboratif untuk berkontribusi langsung membantu masyarakat melalui program utama: pembuatan dan sosialisasi CIBASMA (Cipta Bakar Sampah Minim Asap).
Program ini dirancang sebagai solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Gunungrejo.

Solusi Ramah Lingkungan
Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, tim PMM UMM memperkenalkan CIBASMA kepada warga RT 08 Dusun Mbiru melalui kegiatan di GOR Mbiru. Tujuan utama program ini adalah memberikan solusi praktis bagi masyarakat dalam mengelola sampah kering tanpa mencemari udara.
Kebiasaan membakar sampah secara terbuka masih sering dilakukan, menghasilkan asap pekat yang berbahaya bagi kesehatan, terutama pernapasan. CIBASMA hadir sebagai inovasi sederhana untuk meminimalkan asap selama proses pembakaran, sehingga lebih aman dan ramah lingkungan.
Proses Pembuatan CIBASMA
Pembuatan alat ini dilakukan pada minggu ketiga kegiatan PMM dengan memanfaatkan bahan bekas yang mudah didapat. Drum bekas dimodifikasi menjadi dua bagian: drum bagian dalam dan drum bagian luar.

Fitur tambahan meliputi:
Kincir di bagian bawah penutup drum sebagai penopang sampah dan pengatur sirkulasi udara.
Saluran udara berupa dua baris lubang zig-zag untuk menciptakan aliran udara optimal, sehingga pembakaran lebih sempurna dan asap yang dihasilkan tidak pekat.
Aliran udara masuk dari bagian bawah alat, menghasilkan pembakaran yang efisien dan meminimalkan asap berlebihan. Pembuatan dilakukan mandiri oleh mahasiswa, disertai uji coba sebelum diperkenalkan ke warga. Hasilnya, CIBASMA terbukti lebih efisien dibandingkan metode tradisional membakar sampah tanpa alat.
Sosialisasi dilaksanakan pada minggu keempat, tepatnya 11 Agustus 2025, di GOR Mbiru. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga RT 08 Dusun Mbiru.
Warga aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari penyampaian materi, sesi tanya jawab, hingga praktik langsung penggunaan alat. Demonstrasi penggunaan CIBASMA menjadi momen yang paling dinantikan, karena warga dapat melihat langsung perbandingan hasil pembakaran antara CIBASMA dan metode lama.
Beberapa warga berkesempatan mencoba alat secara langsung dan memberikan tanggapan positif serta masukan. Partisipasi ini menunjukkan bahwa program diterima baik dan dianggap bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
Secara keseluruhan, program pembuatan dan sosialisasi CIBASMA berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Gunungrejo. Selain menjadi sarana edukasi lingkungan, kegiatan ini mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga dalam semangat gotong royong menjaga kebersihan desa.
Harapannya, inovasi ini dapat terus digunakan secara berkelanjutan, bahkan menjadi inspirasi bagi dusun-dusun lain dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih sehat. PMM UMM berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata melalui langkah sederhana namun berdampak besar, sebagaimana diwujudkan dalam program ini. (*)





