BeritaKesehatanNews

Kolaborasi dengan KUA Luwuk Selatan, KPA Banggai Sosialisasikan Cegah HIV Masuk Rumah Tangga

1180
×

Kolaborasi dengan KUA Luwuk Selatan, KPA Banggai Sosialisasikan Cegah HIV Masuk Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Upaya pencegahan HIV/AIDS terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). 

Salah satu langkah nyatanya terlihat pada Selasa (12/8/2025), ketika KPA Banggai berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Luwuk Selatan dan Puskesmas Simpong untuk memberikan edukasi langsung kepada empat pasangan calon pengantin (catin).

Kegiatan yang digelar di aula KUA Luwuk Selatan ini menjadi wadah penting bagi para calon pengantin untuk memahami risiko dan langkah pencegahan HIV agar tidak masuk ke dalam kehidupan rumah tangga. 

Selain KPA Banggai yang fokus pada edukasi HIV/AIDS, Puskesmas Simpong turut memberikan sosialisasi tentang Posyandu Pra Konsepsi sebagai bagian dari persiapan kesehatan sebelum menikah.

BACA JUGA:  Geger, Wanita Lansia Ditemukan Tewas Terapung di Saluran Irigasi Simpang Raya

Sekretaris KPA Banggai, Hj. Rampia Laamiri, selaku narasumber utama menjelaskan secara detail mengenai pengertian HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), cara penularan, hingga langkah pencegahan yang efektif. 

“HIV menyerang sel darah putih dan melemahkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV yang ditandai dengan kerusakan kekebalan tubuh yang parah,” jelas Rampia.

Ia menguraikan bahwa di Indonesia, penularan HIV umumnya terjadi melalui hubungan seksual berisiko tanpa kondom, penggunaan jarum suntik yang tidak steril—terutama pada pengguna narkoba suntik—serta penularan dari ibu yang terinfeksi kepada bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

BACA JUGA:  Luar Biasa! Dua Gadis Cilik Raih Juara 2 dan 3 di Kategori Umum FEB Fun Run 2026"

Rampia menegaskan pentingnya langkah pencegahan seperti Be Faithful (setia pada satu pasangan), penggunaan kondom pada hubungan seksual berisiko, menghindari narkoba suntik, dan memastikan penggunaan peralatan medis steril. 

Ia juga mengingatkan bahwa kasus HIV merupakan “fenomena gunung es”, di mana satu kasus yang terdeteksi bisa diikuti oleh banyak kasus lain yang tidak terungkap. “Tes HIV adalah satu-satunya cara untuk memastikan status seseorang. Jangan takut memeriksakan diri, terutama jika pernah melakukan perilaku berisiko,” tegasnya.

Selain penjelasan medis, Rampia juga membahas dampak sosial-psikologis yang kerap dialami Orang dengan HIV (ODHIV), mulai dari stigma dan diskriminasi, rasa cemas, depresi, hingga gangguan hubungan sosial. 

BACA JUGA:  Bertabur Doorprize, FEB Unismuh Luwuk Sukses Gelar FEB Fun Run 2026

Dalam hal ini, peran keluarga menjadi sangat vital, baik dalam memastikan kepatuhan minum obat ARV secara rutin, menjaga pola hidup sehat, memberi dukungan moral, hingga membantu akses terhadap layanan kesehatan.

Melalui kegiatan ini, KPA Banggai dan KUA Luwuk Selatan berharap calon pengantin memiliki pengetahuan yang cukup untuk membangun keluarga sehat, harmonis, dan bebas dari HIV/AIDS. 

Kolaborasi lintas sektor ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menekan angka penularan HIV di Kabupaten Banggai, sekaligus mewujudkan generasi yang lebih sehat di masa depan. (*)