Scroll untuk baca artikel
BeritaNews

HANTAM Kembali Serukan Tolak Tambang 

1464
×

HANTAM Kembali Serukan Tolak Tambang 

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Gelombang penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, kembali menguat. 

Himpunan Anti Tambang (HANTAM), sebuah organisasi lingkungan yang konsisten menyuarakan aspirasi warga Desa Sumber Agung, kembali menyatakan sikap tegas mereka dengan melakukan pemasangan baliho kedua sebagai simbol perlawanan.

Aksi tersebut berlangsung secara gotong royong oleh anggota HANTAM bersama masyarakat setempat, Jumat 25 Juli 2025. 

BACA JUGA:  Akhir Ramadhan, Alumni Smandul 96 Berbagi ke Panti Asuhan Maimunah Abas Nursin

Baliho berukuran besar yang terpampang di lokasi strategis itu menyuarakan pesan jelas: “Dengan Tegas Menolak Segala Aktivitas Pertambangan!”

Ketua HANTAM, Agus Supriadi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa baliho kedua ini adalah bentuk lanjutan dari perjuangan masyarakat setelah baliho pertama sebelumnya mendapat gangguan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami tidak akan mundur. Ini bukan sekadar spanduk, tapi suara hati rakyat yang ingin hidup damai tanpa tambang,” tegas Agus.

BACA JUGA:  Diduga Jadi Pengedar Sabu, Emak-emak Asal Pagimana Ini Dibekuk Polisi

Aksi ini mendapat dukungan penuh dari warga yang hadir. Mereka menilai aktivitas pertambangan hanya akan mendatangkan kerusakan, seperti pencemaran lingkungan, hancurnya lahan pertanian, hingga meningkatnya risiko bencana alam.

Warga berharap dengan aksi pemasangan baliho ini, suara penolakan mereka semakin didengar oleh pemerintah daerah dan pihak-pihak yang berkepentingan.

BACA JUGA:  Alumni Smada Luwuk 2012 Sukses Gelar Futsal Ramadhan Cup Jilid II

“Kami ingin lingkungan kami tetap lestari. Bukan hanya untuk kami hari ini, tapi juga untuk generasi yang akan datang,” ujar salah satu warga yang terlibat dalam kegiatan.

Dengan seruan yang kuat dan aksi nyata di lapangan, HANTAM dan warga Nuhon kembali menegaskan komitmen mereka: menolak tambang, menjaga bumi. (*)