Banggaikece.id –Front Aksi Rakyat Sipil (Fraksi) Banggai kembali menyoroti lambannya penyelesaian kasus 15 tenaga honorer Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banggai yang hingga kini belum menerima gaji mereka selama enam bulan terakhir.
Kasus ini telah berulang kali dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) baik di DPRD maupun di Kantor Bupati Banggai. Namun, hingga kini belum ada kejelasan dan penyelesaian yang memihak kepada para honorer yang terus bekerja di garda terdepan dalam penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.
Afandi Bungalo, anggota Fraksi Banggai, mendesak Bupati Banggai agar segera mengambil langkah tegas, termasuk mempertimbangkan pencopotan Kepala Dinas Damkar yang dinilai gagal menjalankan tugasnya.
“Sudah waktunya Bupati Banggai turun tangan langsung. Jangan hanya diam melihat 15 tenaga honorer yang hak dasarnya, yaitu gaji, tidak dipenuhi. Kalau Kadis Damkar tidak mampu menyelesaikan ini, lebih baik diganti,” tegas Afandi, Senin 21 Juli 2025.
Ia juga menyinggung janji politik Bupati saat kampanye yang kala itu dengan tegas menyatakan tidak akan merumahkan tenaga honorer Damkar. Namun, kenyataannya, justru membiarkan para petugas tersebut tidak dibayar tanpa solusi yang jelas.
“Para tenaga honorer ini tetap aktif bertugas, mempertaruhkan nyawa mereka dalam setiap kebakaran dan penyelamatan, tapi gaji selama enam bulan belum dibayar. Ini sangat tidak manusiawi,” lanjut Afandi.
Fraksi Banggai meminta pemerintah daerah untuk menunjukkan keberpihakan kepada para pekerja yang telah mengabdi demi keselamatan masyarakat. Persoalan ini, menurutnya, mencerminkan lemahnya manajemen dan komitmen Pemda terhadap hak-hak tenaga honorer. (*)
Penulis: Sugianto Adjadar





