BeritaDaerahNews

Maknai Kebersamaan, IPMAPAN Sorong Gelar Tradisi Makan Bersama di Asrama Paniai

892
×

Maknai Kebersamaan, IPMAPAN Sorong Gelar Tradisi Makan Bersama di Asrama Paniai

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Sorong, Papua Barat Daya – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) se-Kota Studi Sorong menggelar kegiatan makan bersama sebagai bentuk mempererat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan asrama mereka. Kegiatan ini dilangsungkan di Asrama/Kontrakan Paniai, Jl. Malibela Km. 11,5, Kompleks Meuwodide, Lorong II.

Makan bersama, menurut tradisi dan nilai budaya yang dijunjung oleh IPMAPAN, bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan nilai-nilai kekeluargaan.

Menase Degei, salah satu anggota IPMAPAN, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna sosial dan filosofis yang dalam. “Tradisi ini mencerminkan keterhubungan, kebersamaan, dan saling berbagi. Di asrama Paniai, hal seperti ini sudah menjadi bagian dari keseharian kami sebagai bentuk rasa satu wadah,” ujar Menase.

BACA JUGA:  Mulai 2 Februari 2026, Imigrasi Banggai Hadirkan Layanan Informasi di Mal Pelayanan Publik

Sementara itu, Legison Yatipai, anggota IPMAPAN yang juga bendahara Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) Angkatan 2025, menuturkan bahwa makan bersama juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan dan komunikasi.

BACA JUGA:  Sekda Banggai Kepulauan Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Disiplin dan Sinergi ASN

“Makan bersama, apalagi dengan keluarga atau teman satu daerah, bisa meningkatkan komunikasi, mengurangi stres, dan berkontribusi pada pola makan yang lebih sehat,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Nopi Degei menambahkan bahwa tradisi ini juga tercermin dalam budaya Indonesia lainnya, seperti “bancakan”, di mana makanan disajikan dalam satu wadah besar dan disantap bersama-sama.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk berbagi cerita, bertukar pikiran, dan mempererat hubungan dengan orang-orang terdekat,” tegas Nopi.

Oktopianus Mote, anggota IPMAPAN lainnya, menyimpulkan bahwa makan bersama bukan hanya rutinitas, tetapi simbol dari keharmonisan dan rasa memiliki.

BACA JUGA:  Belasan Rumah Warga di Desa Masing Rusak Diterjang Angin Kencang

“Suasana hangat dan akrab yang tercipta membuat setiap orang merasa terhubung. Dalam konteks yang lebih luas, makan bersama adalah simbol persatuan dalam komunitas,” tutup Oktopianus.

Kegiatan ini diharapkan terus menjadi tradisi yang terpelihara, sebagai bagian dari identitas dan semangat kebersamaan para pelajar dan mahasiswa Paniai di tanah rantau. (*)

Sumber: Menase Degei

Penulis: Jeri P. Degei