ISORONG, Papua Barat Daya — Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS), salah satu institusi pendidikan tinggi Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kembali menggelar Seminar Proposal (Sempro) bagi mahasiswa tingkat akhir.
Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 2 Mei 2025, bertempat di Ruang Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMS Sorong, yang beralamat di Jalan Pendidikan, Km. 8, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Salah satu mahasiswi aktif yang mengikuti seminar proposal tersebut adalah Yulince Degei, dengan judul penelitian: “Makna Tas Noken Mahasiswa Pendatang (Studi Kasus di Pulau Buaya, Kota Sorong)”.
Dalam kesempatan ini, Yulince memaparkan proposal penelitiannya sebagai syarat awal menuju penyusunan skripsi. Seminar proposal sendiri merupakan tahap penting dalam proses penyelesaian studi karena menentukan kelayakan dan arah penelitian mahasiswa.
Dosen Pembimbing I, Ibu Nanik Purwanti, S.S., M.Si., menjelaskan bahwa seminar proposal bertujuan untuk menguji kelayakan karya tulis ilmiah mahasiswa serta memberikan arahan untuk penyempurnaan.
“Kami menilai kualitas dan keabsahan rancangan penelitian serta memberi masukan demi perbaikan,” jelas Purwanti.
Dosen Pembimbing II, Bapak La Basri, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa peran dosen penguji dalam seminar ini juga krusial untuk memastikan kualitas akademik mahasiswa.
“Kami juga berperan memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa,” ungkap Basri.
Di akhir kegiatan, Yulince menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan dari para dosen dan rekan-rekannya.
“Terima kasih atas semua masukan dan doa. Semoga langkah berikutnya dapat saya jalani dengan lancar,” tutup Yulince. (*)
Penulis: Jeri P. Degei





