BeritaNasionalNewsOpini

Kelaparan Gaza, Kebutuhan Persatuan Umat Makin Mendesak

1291
×

Kelaparan Gaza, Kebutuhan Persatuan Umat Makin Mendesak

Sebarkan artikel ini

Oleh: Fitri Hadun, S.Pd.

Program Pangan Dunia (World Food Program/WFP), satu-satunya penyedia bantuan makanan untuk penduduk Gaza, mengumumkan pada Jumat (25/4) bahwa stok makanan di Jalur Gaza telah habis. 

Hal ini terjadi akibat blokade total yang diberlakukan oleh Israel sejak dua bulan lalu, yang menutup seluruh pintu perbatasan dan menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan (antaranews.com, 28/04/2025).

Kondisi Gaza saat ini sangat memprihatinkan. Makanan pokok seperti pasta dan nasi hanya tersedia dalam jumlah yang sangat terbatas, bahkan tidak cukup untuk setengah dari populasi. 

Setelah serangkaian pengeboman, hanya satu pabrik roti yang masih beroperasi. Harga bahan makanan di pasaran melonjak tajam dan stoknya hampir habis. Krisis ini diperburuk oleh kelangkaan air bersih, sementara dapur-dapur umum terpaksa berhenti beroperasi karena kekurangan bahan. Ini bukan sekadar krisis kemanusiaan, melainkan sebuah bencana yang sangat mengerikan.

BACA JUGA:  FEB Fun Run 2026 Sukses Digelar, Dekan Ucapkan Terima Kasih ke Para Sponsor

Blokade ini bukan hanya sekadar upaya untuk menghabisi penduduk Gaza secara fisik, tetapi juga bentuk penyiksaan yang terencana, dengan memutus suplai kebutuhan pokok masyarakat. Ini adalah tindakan genosida yang sangat kejam, salah satu yang paling tragis dalam sejarah modern.

Ironisnya, di tengah tragedi ini, dunia seolah bungkam. Dari 193 negara, hanya sedikit yang berani menyuarakan protes. Bukankah dunia menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia? Namun, kenyataannya, prinsip ini sering kali hanya menjadi slogan kosong ketika berhadapan dengan genosida di Palestina.

BACA JUGA:  Bertabur Doorprize, FEB Unismuh Luwuk Sukses Gelar FEB Fun Run 2026

Saatnya umat Islam di seluruh dunia menyadari bahwa solusi hakiki untuk membebaskan Palestina adalah dengan bersatu, sebagaimana firman Allah dalam Al-Baqarah 190:

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190)

Perintah ini seharusnya menggugah para pemimpin Muslim untuk bertindak, bukan justru berdiam diri atau bahkan bekerja sama dengan pihak yang menindas saudara seiman mereka. Sayangnya, banyak penguasa negeri-negeri Muslim yang lebih memilih mengejar kepentingan duniawi, mengabaikan amanah mereka untuk melindungi umat.

Untuk mengakhiri penderitaan Palestina, diperlukan persatuan umat di bawah naungan Khilafah. Khilafah akan menyatukan seluruh kekuatan umat Islam di bawah satu kepemimpinan yang kuat dan berani, sebagaimana dahulu Rasulullah SAW menyatukan kaum Muslimin dalam menghadapi tantangan besar di masa lalu. Inilah satu-satunya solusi untuk membebaskan Palestina dan mengakhiri penderitaan yang sudah terlalu lama berlangsung.

BACA JUGA:  Geger, Wanita Lansia Ditemukan Tewas Terapung di Saluran Irigasi Simpang Raya

Mewujudkan persatuan umat membutuhkan dakwah yang dipimpin oleh jamaah yang teguh dan berkomitmen, menyerukan jihad dan penegakan Khilafah, sehingga seluruh umat Islam dapat menyadari pentingnya bersatu untuk membebaskan Palestina. Kini adalah saatnya untuk bangkit, bergerak, dan memperjuangkan masa depan yang lebih adil bagi saudara-saudara kita di Gaza. (*)