BeritaDaerahNews

Pertamina Drilling Selesaikan 5 Sumur JOB Tomori Lebih Cepat dari Target

922
×

Pertamina Drilling Selesaikan 5 Sumur JOB Tomori Lebih Cepat dari Target

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id – Kabar gembira datang dari lapangan Joint Operating Body (JOB) Tomori. PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mencatat pencapaian gemilang dengan menyelesaikan pengeboran lima sumur di wilayah kerja JOB Tomori, Blok Senoro-Toili, Sulawesi Selatan, lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan. Proyek yang semula ditargetkan selesai dalam 210 hari berhasil dirampungkan hanya dalam 160 hari menggunakan RIG PDSI#04.3/N110-M berkapasitas 1.500 HP.

Kelima sumur tersebut adalah SNR-15RE (Re-Entry), SNR-16, SNR-18, SNR-19, dan SNR-20. Empat di antaranya merupakan sumur pengembangan (development), sementara satu merupakan sumur Re-Entry yang lebih kompleks. Pengeboran empat sumur development berlangsung sejak Mei hingga Desember 2024, sementara pengerjaan sumur Re-Entry dimulai pada Desember dan masih berlangsung hingga saat ini.

Keberhasilan ini merupakan bagian dari target pengeboran delapan sumur, terdiri dari empat sumur eksploitasi, tiga sumur Re-Entry, dan satu sumur sidetrack.

BACA JUGA:  Geger, Wanita Lansia Ditemukan Tewas Terapung di Saluran Irigasi Simpang Raya

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengapresiasi pencapaian tim operasi di lapangan. “Ini adalah pencapaian luar biasa dari tim Pertamina Drilling dan seluruh pihak yang terlibat di JOB Tomori. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kami dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam setiap operasi pengeboran,” ujarnya.

Beberapa faktor utama yang mendukung keberhasilan proyek ini meliputi:

Koordinasi yang Efektif: Sinergi antara tim pengeboran, logistik, engineering, dan manajemen memastikan kelancaran operasional.

Kompetensi SDM: Tim Pertamina Drilling memiliki pengalaman dan keahlian dalam pengeboran sumur development maupun Re-Entry.

Perencanaan yang Matang: Pemilihan teknologi yang tepat, perhitungan risiko yang akurat, serta alokasi sumber daya yang efisien menjadi kunci utama keberhasilan.

Teknologi Terkini: Pemanfaatan sistem monitoring real-time dan alat pengeboran canggih meningkatkan efisiensi serta mengurangi risiko operasional.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Lima Terduga Pengedar Ribuan Pil THD di Lamala, 2 Diantaranya Perempuan

Kedalaman rata-rata kelima sumur berkisar antara 2.100 hingga 2.700 meter MD (Measured Depth). Kompleksitas pengeboran tidak menghalangi tim Pertamina Drilling untuk bekerja optimal.

Keberhasilan proyek ini juga didukung oleh budaya keselamatan yang kuat. Pertamina Drilling mencatat Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0, yang berarti tidak ada insiden signifikan selama 3.839 jam kerja.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami memastikan seluruh pekerja dilengkapi peralatan keselamatan yang memadai dan mengikuti prosedur kerja yang ketat,” kata Avep.

Selain itu, efisiensi operasional juga menjadi keunggulan dalam proyek ini. Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, menyebut bahwa Non-Productive Time (NPT) pada proyek ini sangat rendah, hanya 0,33% atau setara 12,5 jam—jauh di bawah target 0,91%.

BACA JUGA:  Masya Allah, Sehari Terkumpul Donasi Rp77,6 Juta untuk Adik Khadafi, Korban Laka Maut di Batui

“NPT yang rendah ini adalah hasil dari perencanaan matang, koordinasi yang baik, dan penerapan teknologi yang tepat. Kami juga mengutamakan keselamatan kerja sehingga seluruh operasi berjalan lancar tanpa kendala berarti,” tambah Aziz.

Keberhasilan pengeboran lima sumur JOB Tomori diharapkan dapat meningkatkan produksi migas nasional dan berkontribusi terhadap ketahanan energi Indonesia.

Pertamina Drilling menyatakan dukungannya terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo dan siap mewujudkan swasembada energi. “Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi industri migas nasional,” pungkas Avep.

Ke depan, Pertamina Drilling berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja operasionalnya. Keberhasilan di JOB Tomori ini menjadi benchmark bagi proyek pengeboran lainnya di Indonesia. (*)