Banggaikece.id – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Dr. Ariyono Orab, S.Pd., S.Sos., MM., memimpin rapat persiapan menyambut kedatangan Pj. Gubernur Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, M.E.M., serta membahas evaluasi kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Rapat yang digelar di Kantor Bupati Banggai Kepulauan pada Jumat, 24 Januari 2025, ini dihadiri oleh beberapa pejabat penting, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Edison E. Moligay, S.Sos., M.A., Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Halima Umar Hamid, S.Sos., Kepala Dinas Pertanian Sumiati Manompo, SP., MM., serta para camat dari seluruh wilayah Bangkep.
Dalam rapat tersebut, Dr. Ariyono Orab menyampaikan bahwa kunjungan Pj. Gubernur Gorontalo yang semula dijadwalkan pada 27 Januari 2025 di Danau Paisupok mengalami penundaan dan dipastikan rombongan akan tiba pada 28 Januari 2025.
“Sebagai tuan rumah yang baik, kita harus mempersiapkan penyambutan dengan sebaik-baiknya. Kunjungan ini merupakan peluang besar untuk mempromosikan potensi wisata Banggai Kepulauan, khususnya Danau Paisupok sebagai ikon pariwisata daerah,” ujar Ariyono.
Ia juga menekankan bahwa selain menjabat sebagai Pj. Gubernur Gorontalo, Dr. Mohammad Rudy Salahuddin adalah Deputi IV di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Oleh karena itu, kunjungan ini menjadi momen strategis bagi Pemda Bangkep untuk mengembangkan sektor pariwisata dan membangun sinergi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Setelah pembahasan persiapan penyambutan, rapat dilanjutkan dengan evaluasi kinerja TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah). Ariyono meminta para camat untuk lebih proaktif dalam memantau harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah masing-masing, guna mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali.
“Camat harus memastikan tidak ada penyimpangan harga, baik di tingkat distributor maupun pengecer. Saya juga mengapresiasi TPID yang terus memperbarui data harga pasar sebagai bahan analisis, sehingga intervensi seperti pasar murah dapat dilakukan dengan tepat,” jelasnya.
Ia juga mengarahkan camat untuk berkoordinasi dengan pengusaha lokal di masing-masing wilayah, terutama dalam hal fasilitasi administratif untuk menjadikan mereka sebagai distributor resmi dengan harga yang sesuai pasar. (*)





