Banggaikece.id – Dalam rapat evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin Pj. Sekda Banggai Kepulauan, Dr. Ariyono Orab, S.Pd., S.Sos., MM., pada 24 Januari 2025, sejumlah laporan menunjukkan bahwa harga bahan pokok di beberapa kecamatan masih relatif stabil, meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga.
Camat Totikum Selatan, Kodratullah Basir Labas, S.Pi., M.M., melaporkan hasil pemantauan harga bahan pokok di wilayahnya. Berdasarkan data per 24 Januari 2025, harga sejumlah komoditas tetap stabil, seperti:
✅ Beras jenis Santana dan Cintanur: Rp11.000 – Rp13.000 per liter
✅ Minyak goreng premium: Rp20.000 per liter
✅ Telur ayam ras: Rp65.000 per rak
Namun, beberapa bahan pokok mengalami penurunan harga, di antaranya:
🔻 Bawang merah: dari Rp45.000 menjadi Rp40.000 per kg
🔻 Bawang putih: dari Rp55.000 menjadi Rp50.000 per kg
🔻 Tomat: dari Rp18.000 menjadi Rp12.000 per kg
Meski demikian, beberapa barang penting masih belum tersedia di pasar, seperti beras Superwin dan gula pasir kemasan.
Kodratullah menjelaskan bahwa stabilnya harga bahan pokok di wilayahnya menunjukkan bahwa pasokan masih mencukupi, sementara penurunan harga bawang dan tomat bisa jadi disebabkan oleh surplus pasokan atau turunnya permintaan pasar.
“Namun, tidak tersedianya beberapa komoditas, seperti beras Superwin dan gula pasir kemasan, harus menjadi perhatian kita agar ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga,” ujar Kodratullah.
Menanggapi laporan ini, Dr. Ariyono Orab menegaskan bahwa Pemda Bangkep akan terus memantau perkembangan harga dan memastikan adanya langkah-langkah pengendalian inflasi yang efektif. Salah satu solusi yang akan ditempuh adalah koordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) untuk menjadikan pengusaha lokal sebagai distributor resmi bahan pokok.
“Kita akan memastikan harga tetap stabil dan stok bahan pokok tersedia di seluruh kecamatan, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tegas Ariyono.
Pemantauan harga ini akan terus dilakukan secara berkala oleh TPID bersama para camat guna memastikan stabilitas ekonomi di Kabupaten Banggai Kepulauan. (*)





