Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahNews

Pernyataan Panji Soal APBD Disorot, Ini Kata Sugianto Adjadar

710
×

Pernyataan Panji Soal APBD Disorot, Ini Kata Sugianto Adjadar

Sebarkan artikel ini

Banggaikece.id- Panji Tamoreka disarankan untuk memperbanyak belajar soal anggaran belanja daerah, agar tidak terkesan ngawur saat memberikan keterangan kepada publik.

Sugianto Adjadar, salah satu Pemuda di Kabupaten Banggai mengatakan, sebagai Anggota DPRD Banggai seharusnya Panji lebih memahami konstruksi APBD sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.

“Mana ada dana transfer pusat diperoleh melalui lobi-lobi, itu keterangan bohong,” cetus Pemuda yang akrab dengan sapaan Gogo itu, Sabtu 9 November 2024.

BACA JUGA:  Diduga Jadi Pengedar Sabu, Emak-emak Asal Pagimana Ini Dibekuk Polisi

Menurutnya, selama menjadi Bupati Banggai, Amiruddin justru tidak mampu meningkatkan Pendapatan asli daerah (PAD) sebagai penopang utama APBD Banggai.

“APBD Banggai yang mencapai Rp3,1 Triliun itu, sebagian besar hanya bagi hasil dari pusat sebagai kabupaten penghasil Migas dan industri lain. Dan besaran pembagian hasil sudah diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan, dan UU HKPD. Bukan berdasarkan lobi,” beber Gogo, memberikan pemahaman kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Alumni Smada Luwuk 2012 Sukses Gelar Futsal Ramadhan Cup Jilid II

Mantan Ketua Umum LMND Banggai ini mengatakan, sebaiknya Panji sebagai anak muda, lebih fokus urus persoalan pendidikan dan lapangan pekerjaan di Kabupaten Banggai.

“Sebagai anak Hebat karena papa bisa jadi Anggota Dewan, baiknya Panji harus memikirkan nasib pendidikan dan lapangan pekerjaan bagi anak muda di Banggai,” kata Gogo.

Di akhir ulasanya, Gogo menerangkan bahwa angka pengangguran terbuka di Kabupaten Banggai masih menjadi momok yang menakutkan. 

BACA JUGA:  Akhir Ramadhan, Alumni Smandul 96 Berbagi ke Panti Asuhan Maimunah Abas Nursin

Bukan tanpa sebab, dalam data Badan Pusat Statistik, Kabupaten Banggai menempati posisi keempat sebagai daerah darurat lapangan pekerjaan se-Sulawesi Tengah.

“Di tengah kemiskinan melanda, kita disajikan data dan fakta anak putus sekolah, dan anak muda tak kerja. Ini yang harusnya dipikirkan sebagai Anggota DPRD Banggai” pungkasnya. (*)