Scroll untuk baca artikel
Example 300250 Example 300250
Example 300250
NewsOpini

Pancasila dan Perjuangan Melawan Kekerasan Seksual 

65
×

Pancasila dan Perjuangan Melawan Kekerasan Seksual 

Sebarkan artikel ini

Oleh: Farhan Arta Putra

(Mahasiswa program studi Hukum Keluarga Islam, Universitas Muhammadiyah Malang)

Example 300250

Pancasila merupakan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia juga memiliki peran penting dalam membentuk perilaku masyarakat. nilai-nilai Pancasila dapat digunakan sebagai landasan moral dan etis untuk menciptakan lingkungan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Salah satu rintangan serius yang kerap kali masyarakat hadapi adalah masalah tentang adanya kekerasan seksual. Dalam kasus kekerasan seksual yang semakin marak memerlukan adanya pendekatan yang bersifat holistik serta melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan etika sebagai upaya  dalam pencegahan dan penanggulangan keerasan seksual.

Pendidikan memiliki peran yang penting dalam pencegahan kekerasan seksual serta kunci dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila untuk mencegah adanya kekerasan seksual. Pancasila memiliki nilai-nilai yang relevan, seperti keadilan, kesetaraan, persatuan, dan kemanusiaan, yang dapat dijadikan tonggak pijakan dalam melawan tindak kekerasan seksual. Pendidikan yang berbasis Pancasila harus menjadi bagian integral dari kurikulum di berbagai jenjang, sekolah maupun perguruan tinggi harus menjadi tempat yang layak serta aman bagi siswa dan mahasiswa sehingga mereka belajar tanpa takut dengan ancaman kekerasan seksual.

Selain itu, pembetukan komunitas maupun organisasi yang peduli dan responsif akan terjadinya kekerasan seksual merupakan salah satu langkah dalam mengimplementasikan nilai Pancasila yang efektif. Dalam komunitas tersebut harus ada pihak yang ikut berpartisipasi aktif seperti pemerintah, keluarga, Lembaga Pendidikan dan organisasi masyarakat. dengan pembentukan komunitas tersebut akan diadakan kegiatan seperti seminar, workshop, dan diskusi tentang pentingnya menghormati hak-hak asasi manusia dan mencegah kekerasan seksual. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan juga membentuk budaya yang menolak segala bentuk keerasan seksual serta mendorong tindakan preventif.

BACA JUGA:  SMAN 1 Luwuk Dorong Semua Guru Jadi Guru Penggerak, Kepsek Ardi: Banyak Manfaat Diperoleh

Setiap komunitas, baik itu komunitas agama, sosial, maupun professional, harus terlibat dalam upaya ini. Dialog yang bersifat konstruktif antar komunitas dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik lagi tentang pentingnya pencegahan kekerasan seksual dan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan keseharian. Seperti halnya pada komunitas professional dapat berperan dalam penyediaan layanan hukum dan psikologis bagi korban, serta menyebarluaskan informasi terkait hak asasi manusia dan cara mencegah kekerasan seksual. Komunitas agama dapat memaninkan perannya dalam penyebarkan nilai-nilai moral dan etika yang menolak keras terhadap segala bentuk kekerasan seksual.

Kekerasan seksual merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan tidak beradab, yang dengan jelas bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Pada sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab,” memiliki relevansi yang kuat dalam konteks pencegahan serta penaggulangan kekerasan seksual. Nilai pada sila ini menekankan pentingnya memperlakukan setiap individu dengan adil dan beradab, mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati martabat manusia serta menghormati hak-hak asasi manusia.

Pendidikan atas dasar nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab harus ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat luas. Hal ini sangat penting bertujuan untuk membentuk karakter dan perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan Pendidikan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual. Dalam konteks ini, setiap individu harus didorong untuk menghormati hak-hak asasi manusia dan martabat setiap individu. 

Bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan institusi Pendidikan saja, akan tetapi seluruh elemen masyarakat mempunyai peran penting dalam mencegah kekerasan seksual. Masyarakat harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan  yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk membangun budaya saling menghormati, serta tidak mentolelir segala bentuk kekerasan seksual. Selain itu, masyarakat harus memberikan dukungan moral dan psikologos bagi para korban, serta membantu korban untuk mendapatkan keadilan. dengan cara tersebut korban tidak merasa sendirian serta dapat pulih dari luka trauma yang korban alami. Oleh karena itu betapa pentingnya dukungan dan pendampingan bagi para korban kekerasan seksual.

BACA JUGA:  SMAN 1 Luwuk Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran 

Sebagai negara hukum yang berlandaskan Pancasila, Indonesia patut memastikan bahwa setiap warga negara harus mendapatkan perlindungan hukum yang adil. Perlindungan tersebut memberikan jalan yang mudah dan cepat bagi setiap korban kekerasan seksual untuk melaporkan kasus yang mereka alami. Pancasila, mengandung nilai-nilai luhur yang harus menjadi pedoman dalam penegakan hukum. kekerasan seksual merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan mengancam setiap individu, oleh karena itu, penegakan hukum harus adil dan tegas atas pelaku kekerasan seksual serta harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila untuk memastikan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Penegakan hukum yang adil dan tegas merupakan langkah-langkah penting dalam upaya penanggulangan kekerasan seksual. Sistem hukum yang memihak pada korban kekerasan seksual serta memberikan sanksi yang berat bagi para pelaku dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus yang serupa di masa yang akan datang. Dalam hal ini penegak hukum menjalankan tugasnya dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila 

Indonesia meiliki berbagai peraturan hukum yang mengatur tentang kekerasan seksual. Salah satunya yaitu, undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam dalam rumah tangga, yang melindungi korban dari kekerasan fisik, psikologis, seksual, dan ekonomi. selain itu, pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dan pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul mengatur sanksi bagi pelaku kekerasan seksual.

BACA JUGA:  Akademisi: Sambut Pesta Demokrasi dengan Gembira, Bukan Saling Menghujat 

Penegakan hukum di Indonesia juga harus nilai-nilai Pancasila, dalam sila ke dua,”kemanusiaan yang adil dan beradab”. Tindakan kekerasan seksual sudah sangat jelas bertentangan dengan prinsip ini, karena tidakan kekerasan seksual merusak martabat manusia serta menyebabkan penderitaan bagi korban. Oleh karenanya pelaku kekerasan seksual harus dihukum secara adil seadilnya dan setimpal dengan perbuatannya.

Sistem hukum, selain menghukum pelaku juga harus memastikan bahwa korban mendapatkan perlindungan dan dukungan yang memadai. Termasuk bantuan psikologis, hukum, dan bantuan medis. Organisasi-organisasi non pemerintahan juga seringkali menyediakan layanan pendamping bagi korban untuk membantu mereka untuk pulih dari trauma serta mendapatkan keadilan. penegakan hukum yang tegas dan adil kepada pelaku kekerasan seksual merupakan bagian penting dalam upaya menciptakan masyarakat yang aman dan beradab sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun selain menghukum pelaku, perlindungan serta dukungan bagi korban dan upaya pencegahan melalui edukasi juga harus tetap ditingkatkan. Dengan hanya menggunakan pendekatan yang komperehensif, keerasan seksual dapat diberantas dari akar-akarnya.

Upaya penanganan dan penaggulangan kekerasan seksual harus dilakukan secara holistic dan berkelanjutan. Penegakan hukum juga harus dilaksanakan dengan tegas, dan korban harus selalu diberikan dukungan agar korban tidak merasa cemas serta tidak mengalami traumatik yang berlebihan. Dengan demikian, kita kita sebagai warga negara Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan sesuai dengan cita-cita Pancasila. Pancasila sebagai simbol ideologi bangsa, harus menjadi pedoman hidup yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. penerapan Pancasila adalah langkah yang penting menuju masyarakat yang lebih manusiawi, adil, dan beradab. Melalui komitmen Bersama dan tindakan nyata, kita dapat mewujudkan generasi yang lebih baik dan bebas dari kekerasan seksual. (*)

Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250