Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example 300250
BeritaDaerahNewsPendidikan

Hardiknas, Ini Pesan Ustadz Mu’adz Pimpinan Ponpes Daarul Hikmah untuk Guru dan Santri

×

Hardiknas, Ini Pesan Ustadz Mu’adz Pimpinan Ponpes Daarul Hikmah untuk Guru dan Santri

Sebarkan artikel ini
Example 300250

Banggaikece.id- Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ponpes Daarul Hikmah Luwuk menggelar upacara bendera pada Kamis 2 Mei 2024, di halaman ponpes tersebut.

Menjadi pembina dalam Upacara Peringati Hari Pendidikan Nasional, ini pesan Pimpinan Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, KH. Muhammad Mu’adz Lc., M.Hi., kepada guru dan santri.

Example 300250

Ada tiga pesan disampaikan Ustadz Mu’adz sapaan akrabnya, kepada guru dan santri. 

Pertama, seorang guru harus menjadi dirinya sendiri, dan tidak dibuat-buat atau berlebihan. Karena guru adalah teladan bagi santri, dan santri percaya dengan dirinya sendiri.

BACA JUGA:  Waspada, Jalan Desa Uemea Toili Jaya Nyaris Putus Dilanda Longsor

“Kedua, seorang guru harus memahami, mengerti dan mengetahui latar belakang atau background santrinya, terutama kepala sekolah dan perwaliannya,” kata Ustadz Mu’adz.

Pesan ketiga, seorang guru harus banyak memiliki literasi ilmu pengetahuan, karena orang yang tidak punya ilmu pengetahuan tidak akan bisa berbagi ilmu dengan orang lain.

BACA JUGA:  Temu Raya BPD se-Sulteng Digelar di Luwuk Banggai, Ini Rundown Acaranya Selama 2 Hari

Sementara tiga pesan Ustadz Mu’adz untuk Santri di momentum Hardiknas ini, pertama santri harus hidup disiplin dan teratur. Karena ketika tidak teratur dan tidak disiplin, adalah awal tidak adanya istirahat tubuh dan pikiran.

“Kedua santri harus percaya diri, karena sehebat apapun jika tidak memiliki rasa percaya diri, ilmu yang dimiliki hanya berguna bagi diri sendiri tidak dengan orang lain,” tuturnya.

BACA JUGA:  Pilrek Unismuh Luwuk Diikuti 3 Bakal Calon Rektor, Berkas Sudah Dikirim ke PWM

Beda halnya kata dia, dengan seorang yang percaya diri. Ilmu yang dimiliki dapat bermanfaat besar bagi orang lain.

“Ketiga, seorang santri harus memiliki etika dan ahlak yang baik, karena sepintar dan sehebat apapun kita, jika tidak punya ahlak akan ditinggalkan dan disepelekan orang lain,” tandasnya. (*)

Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *