Banggaikece.id– Innalilahi Wainnailaihi rojiun, seorang guru asal Desa Tanasumpu, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Umi Suhartini meninggal dunia dalam kecelakaan, Minggu malam 3 Maret 2024 di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Moilong.
Korban yang merupakan ASN dan memiliki satu orang anak itu dikabarkan meninggal setelah ditabrak Pengendara motor CRf dari arah Toili.
Begini kronologis, laka maut yang menyebabkan pengemudi mobil meregang nyawa saat jalan kaki hendak menyebrang untuk beristirahat.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Banggai, Aipda Anwar Salam SH., dalam laporannya mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi pada 3 Maret 2024 sekitar Pukul 20.20 WITA.
Tempat kejadian perkara, di jalan trans Sulawesi Desa Mulyoharjo, Kecamatan Moilong. Korban ditabrak Pemotor dari arah belakang.
Adapun pengendara sepeda motor CRF warna hitam tanpa TNKB yang menabrak korban hingga meregang nyawa inisial FAS (21) asal Desa Pasir Lamba, Kecamatan Toili Barat.
Pemotor mengalami luka robek pada betis kaki sebelah kiri dan luka lecet pada telapak kaki sebelah kiri. FAS tidak dapat menunjukkan SIM.
Korban tabrak itu, mengalami pendarahan dari hidung dan telingga serta tidak sadarkan diri dan dirujuk ke RSUD luwuk. Umi dinyatakan meninggal dunia saat berada di rumah sakit.
Adapun kronologis Laka maut terjadi pada Minggu Tanggal 03 maret 2024 sekitar jam 20.20 Wita di Jalan Umum Desa Mulyoharjo.
Saat itu, sepeda motor honda crf warna hitam tanpa TNKB yang bergerak dari arah Desa Mansahan dan akan menuju ke Luwuk. Setelah sampai di Desa Mulyoharjo tiba-tiba ada penggemudi mobil yang turun dari mobil dan langsung menyebrang jalan.
Pada saat itu pengendara sepeda motor honda crf kaget dan tidak bisa menggendalikan kendaraan sehingga terjadi kecelakaan.
Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut Umi dirawat hingga akhirnya meninggal dunia.
“Barang bukti yang diamankan, satu unit sepeda motor Honda Crf warna hitam tanpa TNKB (milik pemotor),” tandasnya. (*)





